Home Literasi M-A-A-F

M-A-A-F

50
0
SHARE

Oleh: Fitri De Coresa*

Beri aku maaf,
tatkala kau pernah kusebut sebagai risauku
yang suka mengendap ke dalam pikir
dan merebah secara pulas pada setiap menitku.

Beri aku maaf,
ketika aku terlalu sibuk
mencari tau kabarmu,
menanyai sibukmu,
bahkan mengobrol dengan diam-diammu ketika kau sudah hampir lelah memberiku jawab.

Beri aku maaf lagi,
sebab hari ini,
aku sedang melukismu kembali ke dalam puisiku
sebab aku ingin kau abadi
meski kau telah pergi, jauh dan jauh
cukup, hanya untuk kukenang sebagai jejak silamku.

Saat ini,
aku tidak akan lagi meninta maaf padamu,
tapi pada pemilik cinta yang sesungguhnya, Tuhan Maha Kasih
sebab, aku pernah jatuh cinta
pada waktu yang tidak semestinya.

_Makassar, 28 Desember 2017_

*) Penulis adalah ketua IMM Komisariat Ilmu Budaya Unhas

Facebook Comments
Baca Juga  Catatan Untuk Akbar Faisal, Dari Acara ILC TV One