Home Politik KPU Sulsel Siap Gugurkan Kandidat Gubernur Yang Menderita Penyakit Membahayakan

KPU Sulsel Siap Gugurkan Kandidat Gubernur Yang Menderita Penyakit Membahayakan

161
0
SHARE
Komisioner Bidang Hukum KPU Sulsel, Haerul Mannan

MataKita.co, Makassar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel berjanji tak main-main dengan syarat kesehatan para bakal calon gubernur dan wakil gubernur. Penyelenggara menjadikan syarat itu sebagai hal sangat penting di Pilgub 2018.

Komisioner KPU Sulsel, Khairul Mannan menegaskan, tes kesehatan bakal calon merupakan item penting. Oleh sebab itu, jika dalam hasil pemeriksaan kesehatan ada kandidat positif mengidam penyakit khusus, maka yang bersangkutan bakal digugurkan.

“Kami tak main-main persoalan kesehatan hal urgensi diatur dalam pilkada. Jika hasil medis dari pihak IDI menyatakan kandidat baik Cagub atau cawagub memiliki penyakit khusus, akan kami gugurkan,” tegas Khairul Mannang kepada wartawan, Minggu (14/1/2018).

Dijelaskan, aturan perihal kesehatan kandidat tersebut sudah diatur dalam PKPU sehingga pihak KPU wajib menjalankan aturan yang sudah ada.

Sedangkan untuk proses pergantian kata dia, jika cagub yang memiliki penyakit akan digantikan dengan sosok figur yang lain. Begitu juga sebaliknya bagi cawagub.

“Jadi semua itu sudah diatur dalam ketentuan PKPU. Jika Cagub memiliki penyakit sesuai keterangan IDI maka digugurkan, dan Cawagub pilih figur pengganti. Begitu juga sebaliknya,” katanya.

Sekadar diketahui, isu adanya kandidat yang mengidam penyakit membahayakan, terkuak setelah Juru Bicara NH-Aziz, Risman Pasigai membuat cuitan di akun facebooknya jika ada kandidat bisa tidak lolos, karena menderita penyakit kanker pita suara.

Berselang setelah itu muncul, Nurdin Abdullah (NA) justru memberikan tanggapan dan menuding isu kanker pita suara dihembuskan petinggi Dinas Kesehatan Sulsel.

Lalu apa hubungannya NA tiba-tiba menanggapi dan menuding petinggi Dinkes? Apakah cuitan Risman Pasigai benar adanya?.

Facebook Comments
Baca Juga  Berjalan Hikmad Peryaan Natal Tahun 2018, Polres Enrekang dan Stakeholder Gelar Pengamanan Perayaan