Home Berita Sekda Gorut: percepatan realisasi APBD dan refocusing penting

Sekda Gorut: percepatan realisasi APBD dan refocusing penting

0
Sekda Gorut Ridwan Yasin mengikuti webinar dengan Kemendagri tentang sosialisasi percepatan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021 dan kemudahan investasi daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berlangsung di ruang Tinepo kantor bupati. (FOTO RISMK/humas)

Matakita.co Gorontalo Utara – Sekretaris Daerah (Sekda) Gorontalo Utara (Gorut), Ridwan Yasin mengatakan percepatan realisasi APBD tahun anggaran 2021 dan recofusing untuk penanganan COVID-19 menjadi dua hal penting dalam skala prioritas pengelolaan keuangan daerah.

Ia mengungkapkannya usai mengikuti webinar dengan Kemendagri tentang sosialisasi percepatan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021 dan kemudahan investasi daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berlangsung di ruang Tinepo kantor bupati, Rabu.

Webinar itu dipimpin langsung Sekjen Kemendagri, dihadiri Dirjen Bina Bangda dan Dirjen Bina Keuangan.

Ridwan mengatakan, Kemendagri menekankan percepatan pemanfaatan APBD dan sempat disinggung juga APBN, serta penanggulangan ekonomi nasional (PEN).

Juga perubahan anggaran, dimana ditekankan bahwa setiap APBD baik provinsi dan kabupaten/kota dapat melakukan recofusing.

Untuk di tingkat provinsi karena Kemendagri yang melakukan evaluasi maka sudah diberi ruang untuk melakukan recofusing.

Sekda Gorut Ridwan Yasin mengikuti webinar dengan Kemendagri tentang sosialisasi percepatan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021 dan kemudahan investasi daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berlangsung di ruang Tinepo kantor bupati. (FOTO RISMK/humas)

Sementara untuk kabupaten/kota yang evaluasinya dilakukan oleh pemerintah provinsi masing-masing, maka cukup menyesuaikan hasil evaluasi yang ada dalam penjabaran APBD masing-masing.

Namun pihaknya kata dia, masih akan mengecek apakah hasil evaluasi pemerintah provinsi memberi ruang kepada kabupaten/kota dapat melakukan recofusing tanpa menunggu surat dari Kemendagri.

Lanjut katanya, pihak Kemendagri menyampaikan bahwa recofusing perlu dilakukan dalam rangka penyesuaian penanganan COVID-19.

“Mengingat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di daerah ini akan dilakukan pada Februari nanti, maka masih ada kesempatan untuk memenuhi anggaran untuk keperluan tersebut,” ungkapnya.

Meski vaksin Sinovac memang gratis namun Dinas Kesehatan perlu melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

Sehingga sangat diperlukan melakukan recofusing, termasuk mempercepat realisasi APBD di tahun ini.*

Facebook Comments
ADVERTISEMENT