Beranda Lensa Di Era Internet, Tingkatkan Kemampuan Digital dan Kepribadian yang Mumpuni  

Di Era Internet, Tingkatkan Kemampuan Digital dan Kepribadian yang Mumpuni  

0

MataKita.co, Luwu Utara – Sebanyak 785 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” yang dilaksanakan secara virtual pada 20 September 2021 di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini yang dibahas adalah “Mari Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital”.

Empat narasumber tampil dalam seminar kali ini, yakni Perkumpulan Dosen Manajemen Indonesia dan Writerpreneur, Dian Ikha Pramayanti S.Pt M.Si Ph.D (Cand); Youtuber dan Konten Kreator, Andi Loppes; Direktur Trust TV, Agam Qodriansyah Sofyan; dan Leader of Educator Google Provinsi Sulawesi Selatan, Amal Hasan. Sedangkan moderator yaitu Tristania Dyah selaku Jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan video Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Advertisement

Materi pertama dibawakan Dian Ikha Pramayanti dengan tema “Digital Skill and Online Learning”. Menurut dia, keterampilan digital yang perlu dimiliki di era internet misalnya search engine optimization, web development, digital marketing, desain grafis, content marketing, serta analisis data. Adapun kepribadian atau soft skill yang perlu dimiliki warganet antara lain, kemampuan negosiasi, mempu memberikan inspirasi, mengendalikan emosi, kreativitas, serta dapat berpartisipasi dan berkolaborasi.

Selanjutnya, Andi Loppes menyampaikan paparan berjudul “Hate Speech, Identifikasi Konten dan Regulasi yang Berlaku”. Ia mengatakan, hal-hal yang termasuk dalam ujaran kebencian atau hate speech di antaranya, penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, provokasi, hasutan, serta penyebaran berita bohong. Meskipun perbuatan ini melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), namun ujaran kebencian banyak ditemui di platform media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, atau Youtube.

Pemateri ketiga Agam Qodriansyah Sofyan memaparkan tema “Mari Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital”. Menurut dia, tangkapan layar atau screenshot percakapan di media sosial terkait data pribadi merupakan hal yang privasi. Sehingga, penyebarannya tanpa izin orang yang bersangkutan berpotensi melanggar UU ITE. “Warganet juga tidak melakukan plagiarisme atau menggunakan sumber-sumber yang tertera di internet untuk kepentingan komersil tanpa mencantumkan sumber aslinya,” jelasnya.

Adapun Amal Hasan, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”. Ia mengatakan, sejumlah kiat dalam berinteraksi yang baik di dunia maya antara lain, sadari diri sedang berhadapan juga dengan manusia lain yang punya perasaan, etika yang berlaku sama seperti di dunia nyata, tahu aturan main dalam suatu forum, hargai waktu dan jangan ajukan pertanyaan bodoh, tampil dengan bahasa yang baik, mudah berbagi pengetahuan, siap kendalikan emosi dan jangan unggah apapun ketika dalam keadaan marah, serta hargai privasi orang lain.

Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Salah satunya, Andi Widyatama di Luwu Utara yang bertanya tentang banyaknya fenomena konten gimmick yang bertujuan untuk menarik pengunjung internet, bagaimana etikanya. Menanggapi hal tersebut, Andi Loppes bilang, pembuatan konten dapat dikatakan melanggar etika apabila memuat hal yang merugikan orang lain.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (*/Rp)

Facebook Comments
ADVERTISEMENT