Beranda Mimbar Ide Digitalisasi Peran Keummatan KAHMI

Digitalisasi Peran Keummatan KAHMI

0
Muhammad Natsir

Oleh : Muhammad Natsir* 

Dalam dunia yang semakin maju, zaman yang terus berubah, generasi berganti. Dalam setiap zaman ada jejak peradaban yang hidup. Zaman kita ini telah memasuki era  baru yaitu era digital, dimana kecerdasan buatan telah menjadi bagian penting kehidupan manusia. Dalam setiap aspek kehidupan manusia era ini, teknologi digital telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Inilah era internet, dimana setiap lorong kehidupan sudah mentrasformasikan aktifitasnya menjadi aktivitas digital.  

Digitalisasi kehidupan ini telah berkembang pesat, dalam waktu yang relatif singkat, relasi sosial, kebudayaan, dan ekonomi manusia melampaui batas-batas realitas. Kita dapat melihat lompatan-lompatan hubungan yang cukup dahsyat terjadi di Masyarakat. Hasilnya hubungan sosial antara manusia bahkan dapat dilakukan melalui saluran media yang tersedia secara online.  

Dalam dunia yang serba digital inilah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), dituntut untuk beralih dari cara yang konvensional ke cara yang paling moderen. Interaksi sosial yang tadinya hanya mengandalkan aktivitas fisik, kini beralih ke interaksi media sosial dan online. Begitu juga dengan interaksi bisnis, politik, pendidikan dan lainnya telah menjadikan tekhnologi sebagai pilihan utama. 

Kampanye-kampanye politik, selebaran, dan berbagai pemasaran produk menjadikan media sosial sebagai bagian penting untuk mengkampanyekan berbagai merek. Dalam dunia yang serba digital ini, organisasi dan kelompok civil society “dipaksa” untuk men digitalisasi peran mereka dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, sangat penting upaya digitalisasi peran KAHMI.  

Untuk itu, perlu ada Pengadaan sarana dan prasarana teknologi informasi bukan sekadar prestise atau standar minimal yang memang harus ada, tetapi juga harus mempertimbangkan tujuannya. Dengan tujuan terwujudnya Cendekiawan Muslim yang mampu menjalin kemitraan, KAHMI dituntut untuk aktif dalam membangun jaring-jaring sosial yang beragam. Cara konvesional dengan aktivitas yang lazimnya digunakan oleh organisasi selama ini tidak memungkinkan lagi memadukan peran sosial KAHMI.  

Dunia digital menjadi pilihan yang tepat untuk memainkan peran tersebut. Dalam dunia digital terdapat ruang yang tidak bersekat, mampu menyasar sampai batas daerah, wilayah, batas negara hingga batas benua. Karena itu untuk mengisi peran Keummatan, KAHMI harus melakukan transformasi sarana dan mindset dalam mengisi perannya, sehingga tidak usang dan ketinggalan zaman.  

 

Transformasi dan Digitalisasi Peran KAHMI 

Memanfaatkan digitalisasi untuk menggerakkan infrastruktur organisasi sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat dewasa ini. Dalam semua bidang kehidupan, tekhnologi telah mengisinya. Mulai dari bidang Ekonomi, pendidikan, kebudayaan dan lainnya. Seperti bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, KAHMI harus menggunakan ruang tekhnologi informasi sebagai sebuah sarana untuk mencapai tujuan itu. Sebab, teknologi informasi merupakan ruang kolaborasi yang lebih besar di antara para pemangku kepentingan ekonomi dalam rangka memperluas usaha dan peran mereka, seperti menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan akses kelayanan publik.  

Akses dan ruang kolaborasi digital dapat mempercepat transaksi ekonomi dan pertukaran informasi produk bagi usaha-usaha yang ditekuni. Dengan menggunakan semaksimal mungkin kekuatan sosial yang dimiliki oleh KAHMI tentu akan menjadi modal utama bagi pergerakan ekonomi ummat. Anggota KAHMI maupun HMI berjumlah jutaan orang di Indonesia, dan mereka adalah kaum intelektual yang melek tekhnologi. Potensi sosial dipadukan dengan jiwa-jiwa enterpreneurship akan memperluas jaringan usaha bagi KAHMI untuk mengambil peran Keummatan dalam bidang ekonomi.  

Dalam dunia Pendidikan perlu tranformasi peran dan mindset bagi KAHMI secara organisasi untuk menciptakan ruang-ruang pendidikan yang berbasis digital. Transformasi digital dalam lingkup pendidikan bukan hanya berarti membangun infrastruktur digital. Lebih dari itu, transformasi digital adalah pembangunan sarana dan pengubahan mindset yang ditujukan untuk memenuhi berkembangnya kebutuhan. Dengan menciptakan pengalaman pendidikan yang adaptif, kolaboratif dan interaktif serta membangun personalisasi dengan mengembangkan inovasi akan menciptakan ruang pendidikan yang bermutu.  

KAHMI menyadari bahwa dunia pendidikan mengalami berbagai distorsi akibat aktivitas belajar online. Tetapi kita juga harus sadar tanpa tekhnologi dunia pendidikan bisa berhenti akibat pandemi. Untuk mengisi pendidikan menjadi bernilai secara kebudayaan dan memiliki karakter, tentu dengan menggunakan metode Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas. Dengan demikian maka aktivisme intelektual akan hidup tanpa mengenal ruang dan waktu. 

Inilah yang perlu dikembangkan oleh KAHMI sebagai wadah berhimpun Alumni Mahasiswa Islam. Pendidikan adalah ruang untuk membentuk kader-kader Intelektual yang handal dan cendekiawan sejati. Dengan dunia pendidikan kita harus mampu melahirkan kader-kader yang memiliki basis keilmuan dan keahlian dalam berbagai bidang, memiliki kecerdasan yang mencerahkan.  

 *) Penulis adalah Kordinator Presidium Majelis Wilayah Koprs Alumni Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Selatan.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT