Beranda Kampus Gelar Diskusi Publik, UKM Pers Dulahu UMGO Bahas Peliputan Kasus Kekerasan Seksual

Gelar Diskusi Publik, UKM Pers Dulahu UMGO Bahas Peliputan Kasus Kekerasan Seksual

0

MataKita.co, Gorontalo – Perempuan dan anak adalah korban terbesar kekerasan seksual. Keduanya merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap kekerasan dan kekerasan seksual, yang terjadi di ruang domestik maupun publik. Di ruang domestik, pelaku kekerasan adalah orang-orang dekat yang seharusnya menjadi pelindung, sedangkan di ruang publik, sebagian besar pelakunya adalah orang-orang yang dekat dan mengenal serta dikenal korban.

Maka dari itu upaya pencegahan kekerasan terutama kekerasan seksual harus menjadi prioritas bagi seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, lembaga/organisasi terkait, termasuk kelompok-kelompok masyarakat lainnya.

Untuk itu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dulahu menyelenggarakan diskusi dengan tema “Mengenal Pelecahan dan Kekerasan Seksual Serta Cara Memberitakannya”. Hal ini guna menambah pengetahuan mahasiswa khususnya yang berkecimpung dalam dunia Pers agar tau bagaimana cara membuat berita terkait kekerasan seksual dimana wartawan atau media harus menggunakan bahasa yang netral,  kegiatan ini berlangsung di Aula LPPM UMGO, Selasa 20 Februari 2024.

Narasumber Diskusi ialah, Pengurus Woman Institute for Reseach and Empowerment of Gorontalo (Wire-G), Puput Pakaya, Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Gorontalo, Debby Mano dan Pembina 2 LPM Persma Dulahu, . Indri Afriani Yasin S.Pi, M.Agr, Phd.,

Pembina 2 LPM Persma Dulahu, Dr. Indri Afriani Yasin, dalam pengantar diskusinya ia mengatakan kegiatan ini untuk menambah wawasan tentang pelecahan seksual dan bagaimana cara  memberitakannya sebagai insan Pers.

“UMGO saat ini juga telah memiliki Satuan Tugas PPKS Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual, selain itu kita juga di LPPM telah melakukan kerjasama dengan Kabupaten Gorontalo E – Government salah satu titik perhatian kami prevelansi kekerasan. Di Kabgor sendiri sampai 2023  kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak 64 kasus secara khususnya ada pelecehan ayah ke anak, yang jumlahnya bertambah pada tahun 2023 tentu ini menjadi hal yang memprihatinkan kasus-kasus seperti ini terus meningkat sementara itu dipikiran kita pelaku kekerasan seksual orang lain, orang jahat padahal ternyata bisa dilakukan oleh siapa saja termasuk keluarga sendiri, tak hanya itu tenaga pendidik juga menjadi pelaku kekerasan seksual kadang orang berintelektual tidak menjamin dia tidak akan melakukan hal seperti itu,” terangnya.

Dr. Indri melanjutkan, dalam diskusi ini akan mengupas lebih dalam bagaimana topik ini dan bagaimana peran media dalam memberitakan.

“Kadang korban malah jadi disalahkan dengan berbagai faktor, maka diskusi ini sangat penting agar mengetahui bagaimana memberitakan yang adil bagi si korban. Bagaimana pola berpikir kita , kepekaan-kepekaan harus kita munculkan termasuk bagaimana memberitakannya,” tutupnya.

Facebook Comments