Beranda Mimbar Ide Mamuju Tengah dan Kesadaran Sebagai Aktor Pembangunan

Mamuju Tengah dan Kesadaran Sebagai Aktor Pembangunan

0
Sahrul Sukardi. S.Sos, M.Si

Oleh : Sahrul Sukardi. S.Sos, M.Si*

Kita masih sedang berjuang, Mamuju Tengah sedang berupaya untuk terus membenahi diri, agar pembangunan daerah bisa membawa kemaslahatan sebesar-besarnya bagi masyarakat. Lalu apa yang mesti kita lakukan (terutama pemerintah daerah) agar pembangunan Mamuju Tengah senantiasa berada pada rel kemajuan? Agar pembangunan yang kita upayakan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Mamuju Tengah? Agar pembangunan yang diikhtiarkan bisa membuat masyarakat bahagia dan memiliki sumber daya manusia yang unggul?.

Hal pertama yang mesti kita sadari, bahwa berhasil tidaknya pembangunan daerah Mamuju Tengah sangat ditentukan oleh kapasitas pemerintah daerah Mamuju Tengah. Logika otonomi daerah menempatkan pemerintah daerah bukan lagi sebagai objek pembangunan, tidak lagi diperlakukan sebagai pihak yang pasif menunggu arahan pemerintah pusat. Logika otonomi daerah adalah logika pemberdayaan serta penguatan kapasitas pemerintah daerah sebagai aktor utama pembangunan daerah.

Tentu logika ini akan memberikan tantangan tersendiri bagi penyelenggara pemerintah daerah Mamuju Tengah. Pemerintah daerah mesti memiliki semacam sensitifitas untuk megidentifikasi segala bentuk kekuatan yang dia miliki, serta mampu menangkap peluang-peluang apa saja yang mesti dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendorong percepatan pembangunan daerah. Segala bentuk potensi daerah mesti dipetakan secara detail, lalu dibuatkan skala prioritas manakah di antara potensi tersebut yang jika dikelola akan melahirkan comparative advantage dan competitive advantage bagi Mamuju Tengah.

Mamuju Tengah dianugerahi potensi sumber daya alam di bidang pertanian dan perkebunan yang luar biasa. Sumber daya lahan yang cukup luas, potensi biodiversitas yang tinggi, hingga kondisi iklim yang bersahabat, memungkinkan Mamuju Tengah untuk mendorong potensi pertanian dan perkebunannya semaksimal mungkin.

Kita ambil satu contoh komoditas yang bisa dijadikan komoditas unggulan oleh Mamuju Tengah, dalam hal ini jagung. Jika kita merujuk pada data statistik yang ada maka luas lahan di Mamuju Tengah yang ditanami jagung sekitar 46.557,5 Ha, di mana Kecamatan Budong-Budong merupakan penghasil produksi jagung terbesar dibanding kecamatan lainnya. Yang mesti dipikirkan ke depan Mamuju Tengah jangan hanya menjadi sentra penghasil jagung, tetap juga mesti menyiapkan segala hal agar bisa menjadi sentra industri pengolahan jagung. Jagung mesti menjadi produk jadi atau setengah jadi sebelum keluar dari Mamuju Tengah, agar memberikan nilai tambah yang jauh lebih tinggi dibanding sekedar menjual jagung.

Tapi agar Mamuju Tengah bisa menjadi sentra industri pengolahan jagung, maka banyak hal yang mesti kita siapkan. Pertama-tama, pemerintah Kab. Mamuju Tengah mesti memikirkan dan mempersiapkan segala infrastruktur keras dan lunak bagi industri pengolahan jagung; mulai dari desain regulasi, pelibatan dan pemberdayaan kelompok-kelompok tani, penentuan wilayah sentra komoditi dan pengolahan jagung, mempersiapkan dan mengupgrade SDM yang akan terlibat dalam pengembangan komoditas jagung, hingga melakukan kerja sama dengan pihak swasta dan universitas. Setelah itu mesti dipikirkan lebih lanjut soal bagaimana mengolah lahan dan bibit jagung, manajemen saat dan setelah panen, hingga jika perlu pemerintah daerah juga bisa membuat semacam edu-agrowisata komoditas jagung agar masyarakat terutama generasi muda bisa sadar akan potensi yang dimiliki oleh daerahnya.

Secara teoritik agar jagung (begitu pula komoditas-komditas lainnya) mampu menjadi sebagai komiditas unggul bagi Mamuju Tengah maka mesti memenuhi tiga kriteria utama. Pertama, komoditas tersebut mampu menjadi penggerak utama (prime over) pembangunan perekonomian Mamuju Tengah. Dengan kata lain, komiditas tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan pada peningkatan produksi, pendapatan dan pengeluaran. Kedua, komoditas tersebut mampu bersaing dengan produk sejenis dari wilayah lainnya (competitiveness) di pasar nasional maupun internasional, baik dari segi harga produk, biaya produksi dan ketersediaan produk. Ketiga, pengembangannya harus mendapatkan berbagai bentuk dukungan dalam hal ini keamanan, sosial, budaya, informasi dan peluang pasar, kelembagaan, fasilitas insentif dan sebagainya.

Tentu Mamuju Tengah memiliki banyak komoditas selain jagung yang bisa dijadikan komoditas unggulan, semisal Kakao, pisang dan sebagainya. Namun satu hal agar agar potensi-potensi tersebut bisa terkelola dengan baik adalah kepemilikan kita akan “keasadaran sebagai aktor/subjek”. Setiap pihak dalam birokrasi pemerintahan mesti “digembleng” agar bermental “aktor” yang mampu mengambil inisiatif, berintegritas tinggi dan kolaboratif. Masyarakat pun mesti diedukasi agar jeli melihat potensi sumber daya yang ada disekitarnya. Dan yang terpenting adalah generasi muda Mamuju Tengah, mereka mesti diedukasi secara berkelanjutan agar nantinya mampu berpikir inovatif, adaptif, dan kreatif. Karena bagaimanapun nantinya, apakah Mamuju Tengah  akan menjadi daerah unggul atau tidak sangat ditentukan oleh kualitas SDM generasi mudanya.

*) Penulis adalah Anggota DPRD Kab. Mamuju Tengah

Facebook Comments