Beranda Hukum Gelar Kuliah Umum, FH Unhas Bahas General Overview Shippping Law: Indonesia

Gelar Kuliah Umum, FH Unhas Bahas General Overview Shippping Law: Indonesia

0

Makassar, Matakita.co, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas) menggelar Kuliah Umum dengan tema ” General Overview Shippping Law: Indonesia”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan luring di Ruang Video Conference Mahkama Konstitusi Lt. 2 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin pada selasa (2/04/2024). . Kuliah Umum ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-72 Tahun Fakultas Hukum Unhas. Menghadirkan Bapak Dr. Akhirman, S.H., M.H., CLA. selaku Direktur Utama PT Prima Pengembangan Kawasan (Perindo Group), yang juga merupakan alumi Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini dibuka oleh Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P., Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kuliah umum ini.

“khususnya ditengah genjotan pemerintah pusat terkait poros maritim dunia. Sebagai negara yang memiliki wilayah laut yang lebih luas dari pada daratan, sudah sepantasnya kita melihat laut sebagai pemersatu di antara banyaknya pulau. Hal ini sangat terkait dengan tema kuliah umum hari ini yaitu: General Overview Shippping Law: Indonesia, ini akan memberikan gambaran tentang hukum pelayaran di Indonesia. Dengan laut yang sangat luas, mejadi pertimbangan penting untuk memahami hukum kemaritiman, khususnya hukum pelayaran. Oleh karena itu dengan kapasitas narasumber selaku salah satu pimpinan di PT Prima Pengembangan Kawasan (Pelindo Group), sehingga pengalaman dan pengetahuan beliau sangat penting untuk dapat menambah Ilmu pengetahuan bagi para Mahasiswa pada kuliah umum ini. Beliau juga mengghimbau agar para mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, karena bisa jadi melalui kuliah umum ini dapat memunculkan inspirasi atau ide yang dapat menjadi judul tugas akhir, mengingat masih kurangnya mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin yang menulis terkait hukum pelayaran.” Jelasnya.

Selanjutnya Prof. Hamzah menyampaikan bahwa tema kuliah umum ini selaras dengan Unhas  sebagai kampus kemaritiman.

“Jika dikaitkan dengan visi dan misi Universitas Hasanuddin yang mana salah satu fokus orientasi pengembangan keilmuannya yaitu kemaritiman. Selaku Pimpinan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Beliau menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Dr. Akhirman, S.H., M.H., CLA. yang sudah meluangkan waktunya untuk menjadi pemateri pada hari ini. Di samping itu, lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa pemateri juga merupakan salah satu dosen praktisi di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, oleh karena itu beliau berharap kedepannya, pemateri dapat lebih banyak berinteraksi dengan mahasiswa di ruang-ruang kelas bukan saja dalam kuliah umum. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf jika dalam pelaksanaan kuliah umum ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Sebelum mengakhiri sambutannya, Beliau mengharapkan peran serta dari berbagai pihak baik civitas akademika, mahasiswa maupun para alumni untuk terlibat dalam perayaan ulang tahun Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin yang ke-72 yang mengusung tema Supremasi Hukum Untuk Indonesia Emas 2045, diharapkan dengan tema tersebut dapat bersinergi untuk mewujudkan visi kebangsaan Indonesia yaitu Indonesia Emas 2045.” Ungkapnya.

Pada Kuliah umum ini dimoderatori langsung oleh Ibu Dr. Tri Fenny Widayanti S.H., M.H  Selaku Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin pada Departemen Hukum Internasional. Pada pengantarnya moderator menyampaikan bahwa materi ini terkait overview shipping law: Indonesia, yang mana ini   merupakan bagian dari kemaritiman yang menjadi salah satu fokus dari pembangunan nasional danjuga merupakan fokus pengetahuan yang dikembangkan oleh universitas hasanuddin yaitu benua maritim.

Dalam pengantarnya Dr. Akhirman, S.H., M.H., CLA. menyampaikan kebanggannya dapat hadir dan membersamai para peserta dalam kuliah umum hari ini.

“permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara luring, dikarena lokasi tugas yang jauh yaitu di Pulau Sumatera tepatnya di Medan. Menyesuaikan dengan culture di wilayah Kesultanan Deli, Medan yang masyarakatnya akrap dengan pantun, sehingga tidak lupa pula beliau membuka materinya dengan sebuah pantun. Lebih lanjut beliau mengakui bahwa meski dalam proses perkuliahannya, beliau sempat mempelajari materi-materi terkait dengan hukum laut, namun setelah terjun kelapangan, beliau melihat ada berbagai potensi yang dapat menjadi objek reseach, dan salah satu dari potensi research tersebutlah yang mengantarkan pemateri pada posisinya saat ini.” jelasnya.

Materi ini dimulai dengan sebuah pernyataan dari Charles darwin yang mengatakan bahwa bukan karena kekuatan suatu spesies dapat survive bukan pula karena kepintaran, tapi mereka yang mampu merespon terhadap perubahan. Pada intinya beliau ingin menggugah semangat para mahasiswa untuk merespon setiap perubahan yang terjadi, karena kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk hanya berkutat pada ilmu-ilmu yang selama ini hanya ranah orang hukum seperti perdata, pidana dan bidang-bidang lain yang provesinya hanya menjadi kompetensi orang hukum seperti pengacara, jaksa, notaris, dan profesi lainnya yang memang hanya diperuntukkan oleh untuk orang hukum. Beliau menyampaikan bahwa sebagai orang hukum, kita juga dapat memiliki peluang untuk survive di provesi lain salah satunya yaitu di bidang terkait maritim, yang jika dikaji lebih luas juga memiliki unsur yang terkait dengan hukum, salah satunya yaitu kajian disertasi beliau dengan judul Politik Hukum Pengelolaan Pelabuhan Komersial, yang juga membahas terkait kemaritiman yang diperbandingkan dengan beberapa negara terkait dengan pengelolaan pelabuhan. Intinya harus adaptif dengan perubahan yang begitu masif, khususnya untuk generasi saat ini yang mendapatkan berbagai kemudahan untuk mendapatkan sumber pengetahuan, ini menjadi suatu peluang yang sangat besar.

Dr. Akhirman juga menyampaikan pentingnya materi maritim law.

”Pada materinya beliau menyampaikan bahwa materi terkait maritim law ini sangat penting, dikarenakan Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia dengan panjang pantai kurang lebih 95.181 km, dengan jumlah pulau, sekitar 17.504, dan laus laut mencapai 5,8 juta km, lebih luas dari daratan. Keseriusan Pemerintah indonesia terkait dengan pengelolaan laut ini dibuktikan dengan dibentuknya satu Kementerian Maritim. Hal ini tentu tidak terlepas dari amanat UUD 1945, terkait pelayaran sendiri, diatur dalam UU No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, yang diatur lebih lanjut dengan PP 31 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Pelayaran. Dalam hal ini ada berbagai peraturan lain seperti: Shipping Law (PP No. 20/2010 jo PP No. 22/2011 tentang Angkutan Perairan, PP No. 7 /2000 tentang Kepelautan); Port Law (PP 61 /2009 jo. PP 64/2015 tentang Kepelabuhanan); Shipping Savety dan Security (PP No. 5/2010 tentang Keamanan dan Keselamatan Pelayaran); dan Maritim Legal Protektion (PP 21/2010 tentang Perlindungan Hukum Maritim). Pada penutup materinya Bapak Dr. Akhirman, berharap apa yang disampaikan dapat memberikan manfaat dan dapat dilanjutkan dengan diskusi secara produktif.” Jelasnya.

Peserta kuliah umum ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait dengan topik tersebut, seperti tumpang tindih kewenangan di laut, peran swasta dalam pengelolaan laut, keamanan laut, ilegal fishing, dan industri pelayaran. Pihak penyelenggara mengharapkan acara ini memberikan pengetahuan baru kepada para peserta, khususnya dalam hal hukum pengangkutan di laut.

Facebook Comments