Beranda Mimbar Ide Menanti Endorsement Jokowi di Pilkada 2024

Menanti Endorsement Jokowi di Pilkada 2024

0

Oleh : Andi Hendra Dimansa*

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024 berdasarkan penyampaian oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Penyelenggaraan Pilkada serentak ini, agak berbeda dengan biasanya apabila ditinjau dari segi kacamata politik. Setidaknya terdapat dua alasan mengapa bisa seperti itu. Pertama, Pilkada serentak ini, menjadi Pilkada terakhir bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kedua, Pilkada ini menyajikan seorang presiden terpilih sekaligus ketua partai yakni H. Prabowo Subianto. Apakah Jokowi dan Prabowo akan kembali bersatu atau masing-masing menjadi endorsement bagi calon tertentu?

Dalam teori endorsement menyatakan bahwa bagian dari strategi marketing yang digunakan dalam mengiklankan suatu produk yang menggunakan juru bicara untuk memuji dan mendukung. Kekuatan dan kualitas dari endorser sangat berpengaruh dalam keberterimaan produk yang tengah diiklankan. Prinsip-prinsip marketing itu pun digunakan dalam politik termasuk di Pilkada 2024. Jadi, tidak mengherankan apabila banyak kalangan menanti endorsement dari Jokowi. Tetapi, apakah Prabowo sebagai presiden terpilih tidak akan melakukan hal yang sama?

Kekuatan politik Jokowi yang sudah teruji diyakini masih mampu memberikan efek kemenangan bagi calon yang didukungnya. Hal tersebut, bisa dibuktikan kepada Pilkada serentak sebelumnya yang mengantarkan Gibran dan Bobi Nasution terpilih sebagai wali kota serta Prabowo-Gibran di 2024.

Berdasarkan pengalaman itu, tidak mengherankan apabila ada upaya dari orang ataupun calon untuk bisa mendekat kepada Jokowi. Salah satu contoh yang bisa ditunjukkan dalam pertemuan buka puasa relawan Jokowi di Istana Negara tersebar kabar Immanuel Ebenezer (salah satu tokoh relawan Jokowi Mania) akan maju di Pilkada Kalimantan Utara. Apakah hanya Immanuel Ebenezer yang berharap endorsement Jokowi?

Bila mencermati lebih jauh maka perhelatan Pilkada serentak 2024 akan menyajikan perebutan untuk di endors baik oleh Jokowi maupun oleh Prabowo. Mengingat kekuatan relawan Jokowi masih terpeliharan sedangkan Prabowo memiliki partai politik. Keberadaan pejabat baik gubernur maupun wali kota/ bupati akan sangat menentukan apabila mengambil posisi berpihak. Hal lain juga, yang harus diperhatikan dalam perhelatan Pilkada serentak yakni daerah-daerah strategis seperti Jawa dan Kalimantan. Mengapa kedua daerah tersebut strategis? Hal itu, didasarkan atas populasi untuk daerah Jawa dan IKN di Kalimantan.

Endorsement Jokowi di Jawa sangat dinanti minimal untuk mengamankan keterhubungan antara pusat dengan daerah. Jokowi masih memiliki keleluasaan dalam memaksimalkan pengaruh dan dukungan politiknya. Kemudian IKN sangat penting untuk disukseskan, paling tidak daerah-daerah sekitar masih dalam lingkaran kekuasaan yang menempati posisi strategis baik sebagai gubernur maupun wali kota dan bupati. Karena itu, ujian bagi Jokowi maupun Prabowo mengingat sinergitas sangat diperlukan.

Jokowi dan Prabowo mesti cermat dalam mengambil posisi politik agar endorsement mereka mampu meraih kemenangan. Kendati hubungan antara Jokowi dengan Prabowo masih sangat baik hingga hari ini, namun jika terjadi perbedaan pandangan dan dukungan dalam Pilkada serentak bisa saja menjadi titik balik dari hubungan mereka. Tetapi, jika hubungan tersebut, masih berjalan lancer maka agenda untuk menempatkan orang-orang kepercayaan di posisi gubernur, wali kota dan bupati masih sangat memungkinkan untuk dilakukan.

Sisi lain, yang juga tidak kalah menarik untuk dicermati yakni perlawanan dari pihak partai pendukung capres nomor satu dan nomor dua. Apakah partai-partai pengusung tersebut, menjadikan Pilkada serentak sebagai medan pertarungan terbuka atau sebaliknya? Tampaknya Pilkada serentak akan sangat menarik untuk dicermati dan melihat komposisi kekuatan politik pasca-pemilu. Mampukah Jokowi kembali memberikan endorsement kepada para calon yang bertarung untuk meraih kemenangan.

Jika melihat kekuatan politik Jokowi bukan tidak mungkin akan meraih kesuksesan apabila melakukan endorsement, mengingat Prabowo pun pernah mengatakan “kita ini team Pak Jokowi”. Sehingga secara tidak langsung hendak mengatakan siapapun yang didukung oleh Jokowi hampir pasti akan menang. Apakah Presiden Republik Indonesia sudah lupa akan fungsinya sebagai Kepala Negara yang mengayomi semua?

*) Penulis adalah Alumni Filsafat UIN Alauddin Makassar

Facebook Comments Box