Beranda Kampus Simak! IMM Hukum Unhas Gelar Diskusi Keperempuanan Dalam Perspektif Fiqih dan Tasawuf

Simak! IMM Hukum Unhas Gelar Diskusi Keperempuanan Dalam Perspektif Fiqih dan Tasawuf

0

Matakita.co, Makassar- Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (PIKOM IMM FH UNHAS) mengadakan kajian yang membahas isu keperempuanan pada minggu, 12 Mei 2024.

Tema diskusi yang diangkat adalah “Perempuan dalam Perspektif Fiqih dan Tasawuf” Kajian ini dibawakan oleh Zayyan Rihhadatul Aisy yang merupakan Ketua Bidang Organisasi PK IMM FH UNHAS dan juga menjabat Sebagai Direktur LEGACY FH UNHAS.

Isu kedudukan Perempuan saat ini menjadi salah satu topik hangat yang dibincangkan hingga tingkat Internasional. Dengan perkembangan gerakan feminisme yang semakin besar menjadi dasar kajian ini terkait bagaimanakah sebenarnya ilmu fiqih dan tasawuf memandang status dan kedudukan Perempuan.

Zayyan dalam pemaparannya menyampaikan bahwa hadirnya Islam sebagai Agama mempunyai dampak yang besar terhadap status dan kedudukan Perempuan di zaman itu.

“Kalau kita telaah secara historis, status dan kedudukan Perempuan pada zaman pra-islam sangatlah miris. Saat itu perempuan tidak dianggap sama sekali, tidak punya hak bahkan untuk hidupnya sendiri. Lebih parah dari itu, bahkan ada kelompok di zaman itu yang menganggap bahwa Perempuan adalah wujud celaka bagi kaumnya. Tak heran jika kehadiran Islam saat itu adalah awal dimana Perempuan mulai direstorasi dan diberi status dan kedudukan walaupun memang tidak langsung secara signifikan”, tuturnya.

Lebih lanjut, Zayyan menuturkan bahwa tidak ada larangan dalam hal kesetaraan untuk laki-laki dan Perempuan selama sesuai porsi dan tau bagiannya masing-masing.

“dalam Al-Qur’an jelas sekali bahwa yang membedakan derajat kita adalah ilmu dan amal, tidak ada klausul yang menyebutkan gender. Maka dalam hal kedua itu tidak ada larangan untuk kita tidak setara atau bahkan lebih, semuanya dikembalikan pada pribadi masing-masing”, lanjutnya.

Dalam kesimpulannya, Zayyan menyampaikan bahwa Fiqih dan Tasawuf memandang Perempuan dan laki-laki itu setara sesuai dengan kodrat yang ditetukan oleh sang pencipta. Walaupun memang terdapat aspek-aspek yang membedakan akan tetapi itupun secara qodrati sudah diatur dalam islam, misalnya kedudukan Imam dalam shalat dimana laki-lakilah yang memegang peran tersebut.

Diketahui bahwa kegiatan tersebut berlangsung interaktif yang dihadiri oleh kader IMM se-Universitas Hasanuddin. (**)

Facebook Comments Box