Beranda Kampus Pensiunan Polwan Polda Gorontalo Iyam Nusuri Raih Gelar Sarjana Psikologi UMGO...

Pensiunan Polwan Polda Gorontalo Iyam Nusuri Raih Gelar Sarjana Psikologi UMGO ; Berprinsip Belajar Sepanjang Hayat

0
Iyam Nusuri

MataKita.co, Gorontalo – Usia lanjut tidak menjadi halangan bagi seseorang untuk bisa menyelesaikan jenjang pendidikan. Itulah yang dibuktikan oleh Iyam Nusuri seorang pensiunan polisi yang saat ini menjabat sebagai pengelola badan usaha jasa pengamanan Polda Gorontalo, juga baru saja terpilih menjadi Anggota Legislatif DPRD Kota Gorontalo ia berhasil menuntaskan studi sarjana (S1) di Prodi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) di usia yang mencapai 62 tahun 6 bulan.

Berkat tekad belajarnya yang kuat, perempuan yang akrab disapa Iyam ini berhasil menyelesaikan studi S1 Psikologi selamat 4 tahun dan di Yudisium pada Jumat 7 Juni 2024. Ia akan diwisuda pada Selasa 11 Juni 2024 mendatang.

Iyam mengungkapkan bahwa motivasinya dalam menuntut ilmu hingga ke tahap ini bermula dari passionya dalam belajar khususnya Psikologi. Sejak menempuh program sarjana (S1) di Fakultas Psikologi UMGO, ia sudah menunjukkan antusiasme lebih dalam menimba ilmu.

“Jadi saya tertarik dengan Psikilogi karena awal pertama saya lulus SMA saya tes polwan dan kebetulan saya rangking satu Psikologi, dipendidikan polwan juga ada pelajaran psikologi disertai dengan pelatihan-pelatihan psikologi dan setelah saya pensiun saya jadi pengelola badan usaha jasa pengamanan saya berhadapan dengan jasa pengamanan yaitu security, satpam dimana berkaitan dengan hal-hal psikologi maka ketika mengetahui di UMGO ada prodi bahkan saat ini sudah menjadi Fakultas Psikologi saya tertarik untuk mengembangkan ilmu dan kemampuan yang saya miliki,” Ceritanya.

Lanjut Iyam, di Psikologi diajarkan bagaimana mengola hati, emosi dan menyeimbangkan intelegensi yang dimiliki agar ketika berhadapan dengan orang kita tidak canggung.

“Apalagi saya setelah pensiun saya punya jasa pengamanan dan saya mencalonkan diri menjadi Anggota Legislatif dan Alhamdulillah saya terpilih, jadi menurut saya semua ini harus dibarengi dengan intelegensi bagaimana masyarakat bisa percaya pada saya, bagaimana merangkul mereka dengan sepuh hati, memangebdiri dengan baik, berupaya untuk tidak arogan apalagi setelah mendapatkan ilmu Psikologi di UMGO saya sangat terbantu sekali dan saya bangga telah menjadi bagian dari Psikologi UMGO,” Ucapnya.

Melihat perkembangan UMGO yang begitu pesat membuatnya yakin untuk melanjutkan studi sarjana di Psikologi UMGO hingga berhasil menyandang gelar sarjana tentu semua proses itu diperoleh selain usaha diri sendiri dibantu oleh dekan, dosen dan tendik yang begitu hangat dalam melayani dan mendampingi para mahasiswa.

“Dulu saya masih bekerja sebagai polwan sekedar tau kampus ini namun setelah saya kuliah disini saya cukup kagum dengan perkembangan kampus UMGO yang terus meningkat, fasilitasnya lengkap, mahasiwa semakin banyak. Jadi harapan saya untuk UMGO khususnya Psikologi tahun depan bisa dibuka profesi Psikologi karena kami dari polda sangat mengharapkan sekali itu karena ini membantu kami dalam  pelaksanaan tugas sehari-hari, semoga Psikologi bisa maju lagi karena UMGO yang memiliki Psikologi pertama kali di Gorontalo,” Harapnya.

Dalam hidupnya, Iyam berprinsip bahwa belajar itu harus terus dilakukan sepanjang hayat. Tidak sekadar belajar, namun juga mengerjakannya dengan hati ikhlas dan riang gembira. Meskipun harus menggelontorkan uang demi melanjutkan studi, ia menganggap bahwa ini adalah bagian dari investasi untuk dirinya.

“Memang tidak mudah mencapai gelar tersebut, tetapi saya mendapatkan banyak manfaat darinya, saya kuliah disini meskipun senior tetapi ketika bersama mahasiswa muda yang saya anggap anak-anak saya sama sekali tidak menjadi penghalang bahkan saya bisa bergaul dan menyimbangi mereka dan bisa tau dinamika yang dihadapi remaja zaman sekarang ini dan tentu ini terbantu dengan ilmu yang saya dapati di Psikologi itu sendiri, saya jauh bisa menghargai mereka dan begitu sebaliknya,” Akuinya.

Sarjana baru ini berpesan, mahasiswa harus antusias dalam menimba ilmu. Kini, fasilitas penunjang perkuliahan sudah jauh lebih baik dibandingkan dahulu. Mahasiswa hanya perlu mengatur waktu agar durasi belajar maksimal.

“Kuncinya utamanya ialah tekun dan menjaga suasana hati agar tetap gembira,” pesannya.

Facebook Comments Box