Beranda Lensa Polusi Udara Pangkep Masuk Kategori Tidak Sehat, DPRD Turun Bagikan Masker N95...

Polusi Udara Pangkep Masuk Kategori Tidak Sehat, DPRD Turun Bagikan Masker N95 Gratis

0

MataKita.co, Pangkep — Kualitas udara di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, dilaporkan masuk kategori tidak sehat. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar yang dikutip dalam laporan ini, angka pencemaran udara mencapai 130,5 mikrogram per meter kubik.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan polusi udara, terutama partikel dari asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Di tengah situasi itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pangkep turun langsung membagikan ratusan masker N95 secara gratis kepada warga di sejumlah wilayah.

Pembagian masker dilakukan di Kecamatan Pangkajene, Balocci, dan Minasatene. Kegiatan ini menyasar masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, terutama pengendara sepeda motor yang setiap hari terpapar udara terbuka saat bepergian menuju tempat kerja, sekolah, pasar, maupun lokasi lainnya.

Ketua Komisi III DPRD Pangkep, Muhammad Ikhsan Badaruddin, mengatakan pembagian masker tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah memburuknya kualitas udara.

“Kami selaku mitra pemerintah daerah, mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker ketika keluar rumah. Hal ini penting, untuk menjaga kesehatan paru-paru dari paparan asap,” kata Muhammad Ikhsan Badaruddin, Kamis (15/10/2026).

Penurunan kualitas udara di Pangkep dalam laporan tersebut dikaitkan dengan sebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan, Papua, dan Sulawesi Selatan. Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Sulawesi Selatan, juga disebut menambah kekhawatiran terhadap kondisi udara di wilayah Pangkep.

Dengan jumlah penduduk yang disebut mencapai 363.450 jiwa, memburuknya kualitas udara menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama. Paparan polusi berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan.

Karena itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker yang sesuai, menutup jendela saat asap pekat masuk ke rumah, serta mengikuti informasi kualitas udara dan imbauan resmi merupakan langkah pencegahan yang dapat dilakukan.

Dalam pembagian masker tersebut, pengendara sepeda motor menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian. Mereka relatif sering terpapar udara luar ketika melakukan perjalanan sehari-hari, terlebih saat kondisi udara dipenuhi asap dan partikel pencemar.

Ikhsan menilai perlindungan kesehatan masyarakat tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, ada kesehatan paru-paru yang perlu dijaga, keluarga yang harus dilindungi, serta aktivitas harian yang perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan.

Pembagian masker N95 diharapkan membantu masyarakat melakukan perlindungan diri saat harus beraktivitas di luar rumah. Namun, langkah tersebut perlu diikuti upaya yang lebih luas untuk memantau kualitas udara, menyampaikan informasi risiko kepada masyarakat, dan menangani sumber kebakaran yang memicu pencemaran.

Di tengah kondisi tersebut, koordinasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi penting agar dampak polusi udara dapat ditekan dan keselamatan warga tetap menjadi prioritas.

Facebook Comments Box