Beranda Mimbar Ide Opini Akreditasi Pelayanan Kesehatan ; Lebih Dari Sekadar Penilaian!

Akreditasi Pelayanan Kesehatan ; Lebih Dari Sekadar Penilaian!

0
Nurul Novika

  Oleh : Nurul Novika

(Mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan, Universitas Negeri Makassar)

Banyak orang mengira akreditasi fasilitas kesehatan hanya soal dinilai, diperiksa, lalu mendapatkan sertifikat. Padahal, esensinya jauh lebih dari itu. Akreditasi adalah alat untuk mendorong fasilitas kesehatan terus memperbaiki mutu pelayanan melalui pendekatan Continuous Quality Improvement (CQI), yaitu peningkatan mutu yang dilakukan secara terus-menerus dan berbasis data.

CQI menekankan bahwa mutu pelayanan kesehatan bukanlah kondisi yang tetap. Pelayanan yang sudah baik hari ini tetap harus dievaluasi esok hari. Prinsipnya bukan “sudah bagus lalu selesai”, tetapi “sudah bagus, bagaimana agar bisa lebih baik lagi?”. Di sinilah akreditasi berperan sebagai pendorong perubahan sistem, bukan sekadar formalitas administratif.

Dalam CQI, perbaikan dilakukan secara sistematis. Fasilitas kesehatan rutin mengukur kinerja, menilai apakah sudah sesuai standar, lalu melakukan perbaikan bila ditemukan kesenjangan. Fokusnya bukan mencari siapa yang salah, tetapi melihat bagian sistem mana yang perlu dibenahi. Dengan cara ini, perbaikan menjadi lebih objektif, terarah, dan berkelanjutan.

Mutu pelayanan sendiri dilihat dari berbagai sisi, mulai dari ketersediaan sumber daya, bagaimana proses pelayanan berjalan, hingga hasil yang dirasakan pasien seperti kepuasan dan keselamatan. Ketika salah satu aspek belum memenuhi standar, data digunakan untuk menelusuri penyebabnya, merancang solusi, dan menguji perubahan yang dilakukan. Jadi bukan sekadar mengetahui masalah, tetapi benar-benar bergerak memperbaiki.

Berbagai metode perbaikan dapat digunakan dalam pendekatan ini, baik melalui uji coba perubahan secara bertahap, penyederhanaan proses agar lebih efisien, pengurangan kesalahan layanan, maupun perancangan pelayanan yang lebih berfokus pada kebutuhan pasien. Semua pendekatan tersebut bermuara pada tujuan yang sama: pelayanan kesehatan yang lebih aman, efektif, efisien, dan memuaskan.

Pada akhirnya, akreditasi dengan pendekatan CQI membentuk fasilitas kesehatan yang lebih peka terhadap data, lebih cepat merespons masalah, dan lebih konsisten menjaga mutu. Akreditasi bukan garis akhir, melainkan perjalanan tanpa henti menuju pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Karena mutu pelayanan kesehatan tidak tercipta secara kebetulan, tetapi dibangun dari komitmen untuk terus memperbaiki, setiap hari, demi keselamatan dan kesejahteraan pasien.

“Setiap perbaikan kecil dalam pelayanan kesehatan dapat menjadi perubahan besar bagi keselamatan dan harapan hidup seseorang ” – Nurul Novika

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT