(Refleksi 10 Tahun Dongkel with Mobile Library)
Oleh: Tulus Wulan Juni
(Pustakawan dan Inovator Dinas Perpustakaan Kota Makassar)
Bulan Januari 2026 atau tepatnya tanggal 19 Januari 2026, Program Inovasi Dongkel with Mobile Library atau akronim dari Dongeng Keliling bersama Perpustakaan Keliling Dinas Perpustakaan Kota Makassar genap berusia 10 Tahun atau sudah 1 dekade. Usia yang menunjukkan ketahanan sekaligus pertumbuhan menuju kemapaman sebuah inovasi dibandingkan banyak inovasi yang tidak mampu bertahan ditengah derasnya perubahan. Inovasi yang mampu bertahan adalah inovasi yang selain solutif juga sebuah kebutuhan dalam organisasi. Inovasi yang dirintis dan berjalan pertama kali sejak tanggal 19 Januari 2016 ini terus berkelanjutan hingga saat ini dan telah banyak memberi dampak baik untuk Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Masyarakat yang dilayanai khususnya anak-anak dan juga para pendongeng.
Nama Dongkel lebih populer dikenal dan menjadi nama panggilannya, usianya lebih tua 11 bulan dibandingkan dengan usia Dinas Perpustakaan Kota Makassar itu sendiri. Dinas Perpustakaan Kota Makassar lahir menjadi Dinas tersendiri berdasarkan Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah dan HUT nya di tanggal 28 Desember. Sebelum menjadi Dinas tersendiri, Perpustakaan masih bergabung dengan Kearsipan dengan nama Badan Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Kota Makassar. Walaupun Dinas Perpustakaan Kota Makassar sudah 9 tahun berpisah dengan Kearsipan namun masih banyak orang yang salah menyebut Perpustakaan dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Padahal Perpustakaan dan Kearsipan di Kota Makassar telah resmi berdiri sendiri sendiri dan memiliki lembaga pembinanya masing-masing di pusat yakni Perpustakaan Nasional RI dan Arsip Nasional RI. Tulisan ini setidaknya juga memberi informasi bahwa Dinas Perpustakaan dan Dinas Kearsipan di Kota Makassar adalah 2 lembaga yang telah terpisah.
Dongkel lahir saat lembaganya masih bernama Badan Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Kota Makassar. Nama Dongkel awalnya panjang yakni Dongeng Keliling bersama Perpustakaan Keliling. Dongkel dibangun dengan konsep kebersamaan antara Perpustakaan dan Pendongeng. Berbekal permasalahan keterbatasan dan rendahnya kegemaran membaca yang dibalut semangat pengabdian untuk membumikan kegemaran membaca maka 16 pendongeng dari 2 komunitas dongeng di Kota Makassar dan alumni juara lomba mendongeng bergabung bersama tim perpustakaan keliling untuk jalan bersama. Akhirnya Dongkel diperkenalkan dan pertama kali berjalan pada hari Selasa, 19 Januari 2016 di 2 titik layanan yakni di SDN Kompleks Pemda dan TK Aisyiyah Maricaya Makassar. Setelah menjadi Dinas Perpustakaan Kota Makassar dan pertama kali didaftarkan untuk mengikuti ajang kompetisi Inovasi Sinovik dari Kemenpan-RB di Tahun 2017 nama Dongkel dipendekkan menjadi Dongkel with Mobile Library.
Respon pun mulai bermunculan, sambutan masyarakat semakin hangat dan luas, akhirnya dongeng mulai dikenal, perpustakaan keliling menjadi ramai dan mereka sudah mulai menunggu kehadiran kami setiap saat. Awalnya layanan perpustakaan keliling sangat monoton dan kurang diminati pengunjung khususnya anak-anak. Setiap kunjungan sebelumnya hanya memperoleh 20-50 an orang setelah ada inovasi Dongkel, pengunjung naik rata-rata 100 orang bahkan lebih/ kunjungan/ hari khususnya anak-anak. Nilai kegemaran membaca diawal program ini masih rendah diangka 28,34 dan akhirnya terus merangkak naik hingga tahun 2024 di angka 84,52 atau tinggi. Jumlah pendongeng yang awalnya hanya 16 pendongeng yang terdiri dari pendongeng lokal, alumni juara dongeng dan pemerhati minat baca, kini jumlah pendongeng yang tercatat di Tim Dongkel Dinas Perpustakaan Kota Makassar sebanyak 37 orang pendongeng belum ditambah 12 Alumni Dongeng di tahun 2025. Jadwal permintaan atau pemesanan mobil perpustakaan keliling pun menjadi meningkat baik dari Sekolah, Komunitas, Instansi dan mitra lainnya.
Dongkel with Mobile Library akhirnya mampu meningkatkan jumlah pengunjung atau pembaca di Perpustakaan Keliling bahkan setiap tahun menjadi penopang utama jumlah kunjungan di Perpustakaan Umum Kota Makassar lewat layanan ekstensi atau layanan bergerak/ keliling. Berdasarkan data Dinas Perpustakaan Kota Makassar dari Satu data perpustakaan, sepanjang tahun 2025, layanan Perpustakaan Keliling mampu meraup jumlah pengunjung sebanyak 50.739 orang atau rata-rata per bulan 4.228 orang. Jumlah ini menyumbang 92% dari total pengunjung Perpustakaan Umum Kota Makassar (layanan menetap, ekstensi dan digital) yang berjumlah 55.101 orang. Layanan menetap Perpustakaan Umum Kota Makassar di 2 titik yakni di Jalan Lamadukelleng dan di jalan Kerung-Kerung hanya mampu menyumbang pengunjung 7% atau 3.800 orang dengan rata-rata per bulan 345 orang. Sedangkan layanan perpustakaan digital ePustaka Kota Makassar hanya mampu meraih 1% atau 562 orang dengan rata-rata per bulan 47 orang.
Layanan Perpustakaan Keliling yang dibalut dengan inovasi Dongkel akhirnya tetap mampu menjaga eksistensi Perpustakaan ditengah keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki Perpustakaan Umum Kota Makassar termasuk Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Umum Kota Makassar yang sampai sekarang belum juga selesai dalam pembangunannya. Terlepas dari semua kekurangan sarana dan prasarana, Dinas Perpustakaan Kota Makassar tetap selalu optimis menggerakkan literasi dan kinerjanya dengan berbagai inovasi dengan memaksimalkan sumber daya yang ada dengan dukungan mitra kolaborasi. Dongkel adalah 1 dari 11 inovasi Dinas Perpustakaan Kota Makassar yang menjadi program unggulan yang sekaligus menjadi denyut nadi literasi yang terus bergerak di tengah-tengah masyarakat dan namanya melekat menjadi branding Dinas Perustakaan Kota Makassar.
Dongkel with Mobile Library bukan program inovasi biasa karena program ini merepresentasikan paradigma Pelayanan Publik Baru yang menekankan nilai publik, partisipasi masyarakat, dan inklusivitas layanan. Inovasi Dongkel with Mobile Library telah diakui dengan meraih penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan-RB 2017. Pada Tahun 2021, Dongkel menjadi Pilot Project Inovasi Replikasi Provinsi Sulawesi Selatan. Tahun 2020 saat pandemi Covid-19, Dongkel bertransformasi ke layanan Digital dengan nama DONGKELOR atau akronim dari Dongeng keliling Online dari Rumah. Inovasi ini meraih penghargaan Top 21 Inovasi Pelayanan Publik Penanganan Covid-19 Kemenpan-RB 2020 dan terpilih untuk dimuat dalam situs resmi Observatori Public Sektor Innovation (OPSI) – OECD Paris sebagai sumbangan Indonesia dalam pembelajaran internasional Tahun 2020.
Dongkel pun kerap dilibatkan dan mengisi acara diberbagai kegiatan dan beberapa pendongeng menjadi terkenal dan mendapat panggilan khusus mendongeng di berbagai tempat hingga keluar daerah. Inovasi Dongkel menunjukkan bahwa keterbatasan sarana, dana dan SDM yang dimiliki tidak harus membuat layanan di setiap organisasi menjadi merana. Dongkel yang menjadi kemasan Perpustakaan Keliling Kota Makassar ternyata mampu menjadikan harapan peningkatan capaian kinerja Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Tidak main-main, 92% Pengunjung Perpustakaan Umum Kota Makassar diperoleh dari layanan Perpusling dan menjadi magnet tersendiri sekaligus secara tidak langsung mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat.
Bisa dibayangkan bagaimana jika tidak ada inovasi Dongkel with Mobile Library, kira-kira berapa jumlah pengunjung perpustakaan Kota Makassar?, berapa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kota Makassar?. Semua bisa terancam turun karena kunjungan fisik dan digital Perpustakaan belum bisa diandalkan. Pergerakan Dongkel bersama Perpusling sebagai layanan ekstensi yang masif ke masyarakat menjadi strategi positif yang menguntungkan dalam membangun sebuah image perpustakaan di masyarakat. Hal itu dibuktikan juga dengan capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Dinas Perpustakaan Kota Makassar yang terus naik setiap tahun. Tahun 2025, berdasarkan survey Parameter Publik Indonesia bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar nilai IKM Dinas Perpustakaan Kota Makassar naik diangka 87,04 atau di predikat baik (B).
Dongkel sudah selayaknya dipertahankan dan menjadi program prioritas Dinas Perpustakaan Kota Makassar dan sekaligus menjadi atensi bagi Pemerintah Kota Makassar untuk bisa menambah armada, SDM dan anggaran. 2 Armada Perpusling yang digunakan sampai saat ini adalah bantuan Perpustakaan Nasional RI yang tentunya masih jauh dari titik layanan yang berjumlah ribuan di 15 Kecamatan di Kota Makassar. Seyogyanya Literasi itu yang paling mendasar untuk terus diperhatikan dan difasiltasi karena sebenarnya semua permasalahan yang terjadi sehari hari dalam kehidupan kita sumber masalahnya ada pada Literasi. Pintu masuk Literasi adalah Membaca dan Perpustakaan adalah wadahnya. Selamat HUT 10 tahun Dongkel with Mobile Library Dinas Perpustakaan Kota Makassar. 1 Dekade mewarnai Perpusling dan menjadi denyut nadi literasi di Kota Makassar. Terima kasih kepada kakak-kakak pendongeng yang telah ikut mengabdi dan merangkai cerita di layanan Dongkel with Mobile Library dan seluruh mitra serta seluruh pemustaka atas kebersamaannya selama ini.








































