MataKita.co, Pangkep — PT Semen Tonasa terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Diklat Finance for Non Finance yang berlangsung di Gedung Diklat PT Semen Tonasa. Rabu, (20/5/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan membangun pemahaman finansial bagi karyawan lintas divisi agar mampu memahami dampak keuangan dalam setiap keputusan kerja. Diklat secara resmi dibuka oleh Muhammad Akhdharisa SJ. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemahaman mengenai keuangan perusahaan tidak hanya menjadi tanggung jawab bagian finansial, melainkan harus dipahami seluruh unit kerja di lingkungan perusahaan.
Menurutnya, kemampuan membaca kondisi finansial perusahaan menjadi kebutuhan penting dalam mendukung efektivitas komunikasi dan pengambilan keputusan bisnis.
“Angka keuangan adalah bahasa bisnis internasional. Ketika seluruh unit memahami dasar-dasar finansial, komunikasi kerja akan menjadi lebih efektif dan keputusan yang diambil akan lebih tepat sasaran,” ujar Muhammad Akhdharisa SJ.
Ia juga mengajak peserta untuk menghilangkan anggapan bahwa laporan keuangan merupakan sesuatu yang rumit dan hanya dapat dipahami oleh kalangan tertentu. Pelatihan tersebut, kata dia, bukan untuk mencetak akuntan, melainkan membekali peserta dengan pemahaman dasar terkait proses bisnis perusahaan.
Peserta diklat berasal dari berbagai bidang kerja, seperti sumber daya manusia, pemasaran, operasional, hingga produksi. Mereka diberikan pemahaman mengenai hubungan antara aktivitas kerja sehari-hari dengan kondisi finansial perusahaan, mulai dari efisiensi biaya, pendapatan, hingga profitabilitas.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum PT Semen Tonasa, Sulaiha Muhyiddin, hadir sebagai pemateri utama. Ia menyampaikan materi terkait dasar-dasar laporan keuangan seperti Income Statement, Balance Sheet, dan Cash Flow.
Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan menyusun perencanaan anggaran yang lebih efektif serta pengambilan keputusan berbasis data untuk mendukung peningkatan kinerja unit kerja masing-masing.
Sulaiha menuturkan, literasi keuangan di industri semen memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan di tengah tantangan industri yang terus berkembang.
“Sebagai bagian dari rantai produksi yang masif, pemahaman ini memungkinkan kita untuk bertindak lebih efisien, meminimalkan pemborosan, dan memastikan setiap sumber daya yang digunakan memberikan nilai tambah maksimal bagi perusahaan,” katanya.
Pelaksanaan diklat berlangsung dalam suasana interaktif dengan melibatkan diskusi dan pembahasan studi kasus nyata dari lingkungan kerja peserta. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat materi pelatihan lebih aplikatif dan mudah diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, PT Semen Tonasa berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman finansial sehingga mampu berkontribusi dalam menciptakan efisiensi kerja, meningkatkan kinerja bisnis perusahaan, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih strategis di lingkungan kerja masing-masing.









































