Beranda Lensa Napak Tilas Adhyaksa UGM 99, Merawat Persaudaraan dan Pengabdian Untuk Negeri

Napak Tilas Adhyaksa UGM 99, Merawat Persaudaraan dan Pengabdian Untuk Negeri

0

YOGYAKARTA, Sabtu (13/6) — Tanah Mataram hari ini menjadi episentrum dari sebuah konvergensi agung rasa dan intelektualitas. Memasuki hari kedua, Sabtu, 13 Juni 2026, rangkaian kegiatan Napak Tilas S2-UGM Kelas Khusus Kejaksaan Angkatan 1999 mencapai puncaknya. Sebuah momentum retrospeksi luhur yang tidak sekadar memutar kembali memori kolektif seperempat abad silam di selasar Kampus Biru, namun juga meneguhkan kembali marwah dan jangkar keadilan substantif yang diemban oleh para alumni Angkatan Gupolow’s di seantero Nusantara.

Rona kehangatan ini sejatinya telah berdenyut sejak kemarin, Jumat (12/6), saat tirai bernuansa kekeluargaan mulai disingkap melalui prosesi registrasi para peserta di Grand Hotel De Jogja, Malioboro. Malam tadi, keheningan Yogyakarta dilebur oleh tawa bernada kesetaraan dalam jamuan Gala Dinner yang dihelat intim di Meeting Room Pangurakan Lantai 1. Menanggalkan seluruh sekat birokrasi dan kekakuan formalitas, para pilar hukum nasional tersebut melebur dalam balutan busana kasual bermotif kotak-kotak dan celana jeans, menghidupkan kembali elegi masa-masa perkuliahan yang penuh romantisme estetis.

Memasuki pagi hari yang benderang ini, ziarah akademis yang sesungguhnya pun ditunaikan. Dengan mengenakan kaos berkerah putih bersih dipadu celana jeans biru—sebuah pralambang kesucian niat dan keteguhan prinsip—rombongan secara resmi menapakkan kaki kembali di rahim intelektual mereka, Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Sesi ramah tamah yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tadi menjadi saksi bisu betapa waktu boleh mengalir, namun ikatan batin para penegak hukum ini tetap bertahta dalam satu frekuensi yang sama.

 

Di tengah selasar kampus yang penuh kenangan tersebut, narasi kebersamaan mengalir tanpa jeda melalui kehadiran tokoh-tokoh besar yudisial tanah air. Tampak hadir dalam dialog penuh keakraban, Dr. Hendro Dewanto, S.H., M.Hum. selaku Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan (JAMBIN) yang saling bertukar pikiran dengan Prof. Dr. Rudy Margono, S.H., M.Hum. selaku Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (JAMWAS) sebagai dwitunggal penjaga pilar kelembagaan. Energi ketegasan nirmala kian terpancar dari kehadiran dua nakhoda hukum jazirah Sulawesi, yakni Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Dr. Sila H. Pulungan, S.H., M.Hum. dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat Budi Hartwan Panjaitan, S.H., M.Hum., yang tampak larut dalam perbincangan retrospektif bersama Toni T. Spontana, S.H., M.Hum., sang arsitek kedewasaan korps yang merupakan Mantan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI.

Nuansa kebijaksanaan kultural juga berembus kental melalui kehadiran birokrat hukum berdarah Adat Minangkabau, H. Ferry Tass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo selaku Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, yang berdampingan harmonis dengan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Dr. Bimo Suprayoga, S.H., M.Hum., Koordinator 2 Datun Kejagung Tommy Kristanto, S.H., M.Hum., serta Asisten Bidang Pembinaan DIY Rini Triningsih, S.H., M.Hum. Rangkaian simfoni nostalgia yang dimotori secara apik oleh Asisten Bidang Tindak Pidana Umum DIY selaku Ketua Panitia Pelaksana, Yanuar Utomo, S.H., M.Hum. ini, turut mempertemukan gagasan besar dari Sekretaris Jenderal Komisi Yudisial Arie Sudihar, S.H., M.Hum. bersama Inspektur Pengawasan Kejaksaan Agung Riyono, S.H., M.Hum. Dipandu secara hangat oleh Kepala Kejaksaan Negeri NurAkhirman, kehadiran beberapa pejabat fungsional serta jajaran purna Adhyaksa lainnya genap mengakumulasikan 21 patriot hukum yang membuktikan bahwa dedikasi pada kebenaran tak mengenal batas purnabakti.

Setelah menuntaskan rindu di rahim almamater, siang ini rombongan bergerak menuju Sleman untuk menikmati harmoni cita rasa lokal dalam jamuan makan siang di Resto Ikan Bakar Katombo. Sesuai dengan manifesto kegiatan yang telah dirancang, paruh kedua hari ini akan diwarnai oleh aksi eksentrik yang sarat akan nilai ekologis dan humanis. Rombongan dijadwalkan bertolak menuju Kulon Progo untuk sesi “Ngopi Bareng” di Jolotundo, sebelum akhirnya melakukan ekspedisi membelah angin menggunakan motor Vespa menuju pesisir Pantai Trisik.

Di bawah cakrawala pantai selatan nanti sore, manifestasi kepedulian sosial akan diwujudkan secara nyata melalui penyerahan tali asih kepada 50 Kepala Keluarga nelayan setempat. Jalinan kasih tersebut akan disempurnakan dengan sentuhan langsung pada kelestarian alam melalui penanaman bibit pohon bakau serta pelepasan anak penyu ke samudra luas—sebuah simfoni puitis tentang pelepasan harapan baru bagi masa depan bumi.

Rangkaian hari yang padat makna ini nantinya akan dipungkas dengan suasana santai di Resto Kejawa Sleman malam nanti, sebelum esok hari, Minggu, 14 Juni 2026, seluruh peserta mengemas kembali memori berharga ini ke dalam koper masing-masing untuk bertolak menuju medan pengabdian negara. Perjalanan napak tilas hari ini menegaskan sebuah pesan luhur: bahwa sejauh apa pun mereka melangkah meniti tangga karier tertinggi, ikatan Gupolow’s UGM 99 tetap menjadi jangkar abadi yang menjaga keteguhan nurani mereka dalam menegakkan keadilan di seantero Nusantara.

Facebook Comments Box