Beranda Literasi Hari Anak Nasional 2026, Juara Bertutur Kota Makassar Kenalkan Budaya Lewat Cerita

Hari Anak Nasional 2026, Juara Bertutur Kota Makassar Kenalkan Budaya Lewat Cerita

0

Matakita.co, Makassar – Juara I Lomba Bertutur bagi Siswa SD/MI Tingkat Kota Makassar 2026, Adhisti Maitza Pranaya Ahmad, tampil perdana di hadapan publik dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kota Makassar 2026 di Atrium Bira, Mall Phinisi Point (PIPO), Kamis (23/7/2026).

Pada kesempatan itu, Adhisti membawakan cerita “Teman Baru untuk Tandampalik”, yang mengangkat nilai karakter dan budaya lokal. Penampilannya mendapat sambutan hangat dari peserta maupun pengunjung mal.

Penampilan tersebut menjadi agenda pertama Adhisti setelah meraih Juara I Lomba Bertutur Tingkat Kota Makassar pada grand final yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan Kota Makassar beberapa hari sebelumnya. Kehadirannya pada peringatan Hari Anak Nasional menjadi bagian dari upaya pembinaan literasi sekaligus pelestarian budaya tutur di tengah masyarakat.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 diselenggarakan oleh Komunitas Jendela Dunia Literasi (JDL) Kota Makassar bekerja sama dengan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), Dinas Pendidikan Kota Makassar, Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, serta Dinas Kebudayaan Kota Makassar.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Perpustakaan Kota Makassar menghadirkan sejumlah program literasi. Pada hari pertama, instansi tersebut menggelar sesi Edu Talk yang membahas pentingnya budaya literasi, peningkatan minat baca, serta peran perpustakaan dalam mendukung pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia.

Selain itu, Dinas Perpustakaan juga menghadirkan Duta Baca Pelajar Kota Makassar untuk berbagi pengalaman dan motivasi dalam membangun budaya membaca di kalangan pelajar. Kehadiran Juara Bertutur turut memperkenalkan kembali tradisi bertutur sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada hari kedua dengan penampilan Tim Dongeng Keliling (Dongkel) Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Melalui sesi dongeng interaktif, anak-anak diajak mengembangkan imajinasi, menumbuhkan minat baca, serta memahami nilai-nilai karakter sejak usia dini.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Tulus Wulan Juni, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung tumbuh kembang anak.

“Melalui kolaborasi seperti ini, setiap lembaga dapat berkontribusi sesuai perannya sehingga tercipta ruang yang aman, edukatif, dan inspiratif bagi anak-anak. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mereka untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan potensi, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap literasi sejak usia dini,” ujar Tulus.

Menurut dia, penguatan budaya membaca tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, komunitas, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Kami meyakini perpustakaan tidak dapat bekerja sendiri. Semakin banyak pihak yang terlibat dalam gerakan literasi, semakin kuat pula ekosistem literasi yang dibangun di Kota Makassar. Kehadiran Juara Bertutur, Duta Baca, hingga Tim Dongkel merupakan bagian dari kesinambungan pembinaan literasi agar anak-anak memiliki ruang untuk terus belajar, berkarya, dan menginspirasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Jendela Dunia Literasi (JDL), Stefany, mengatakan penyelenggaraan tahun 2026 merupakan pelaksanaan tahun ketiga kegiatan tersebut. Mengusung tema “Merdeka Belajar, Merdeka Berkompetisi: Membangun Pelajar Hebat Menuju Indonesia Emas”, kegiatan menghadirkan berbagai agenda, antara lain Ranking 1 Competition, Fashion Show Competition, Lomba Mewarnai, Edu Talk, serta kolaborasi dengan berbagai komunitas dan YKAKI.

Menurut Stefany, sebanyak 50 persen biaya pendaftaran peserta didonasikan kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) untuk mendukung program pendampingan bagi anak-anak penyandang kanker.

Melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan lembaga sosial, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya literasi sekaligus menyediakan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, karakter, dan minat baca sejak dini.

Facebook Comments Box