Beranda Kampus KKN Unhas Dampingi 25 UMKM di Bonto Salluang, Dorong Potensi Wisata Jadi...

KKN Unhas Dampingi 25 UMKM di Bonto Salluang, Dorong Potensi Wisata Jadi Peluang Ekonomi

0

MataKita.co, Bantaeng — Potensi wisata di Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan ekonomi masyarakat. Melihat peluang tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menjalankan program Sobat UMKM untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal.

Program yang berlangsung pada 21 Juli hingga 9 Agustus 2026 tersebut menyasar 25 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pendampingan dilakukan secara langsung dengan mendatangi pelaku usaha dari rumah ke rumah atau door-to-door.

Sobat UMKM merupakan bagian dari KKN Tematik Pemberdayaan Desa. Program ini juga diarahkan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kedelapan mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Melalui pendekatan door-to-door, mahasiswa melakukan pendataan sekaligus memetakan kondisi, karakteristik, dan kebutuhan masing-masing UMKM di Desa Bonto Salluang.

Dari 25 UMKM yang didata, sebanyak 10 pelaku usaha memperoleh pendampingan lanjutan sesuai kebutuhan. Pendampingan tersebut mencakup pembuatan spanduk sebagai identitas usaha, fasilitasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), serta edukasi mengenai pencatatan keuangan.

Tim KKN juga menghimpun hasil pendataan tersebut dalam Database UMKM Desa Bonto Salluang. Basis data ini diharapkan menjadi sumber informasi untuk memetakan kondisi sekaligus potensi pengembangan usaha masyarakat di desa tersebut.

Penanggung jawab program Sobat UMKM, Afni Nur Nahdiyah dari Program Studi Ilmu Aktuaria dan Abhinaya Rafdifarrel dari Program Studi Ilmu Ekonomi, mengatakan program tersebut berangkat dari potensi wisata yang dimiliki Desa Bonto Salluang.

Menurut mereka, berkembangnya kawasan wisata berpeluang meningkatkan kunjungan masyarakat dari luar desa. Kondisi tersebut dapat membuka pasar baru bagi produk dan usaha masyarakat setempat.

“Kami melihat potensi wisata di Desa Bonto Salluang sebagai peluang yang juga bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM. Dengan adanya kawasan wisata, tentu akan semakin banyak pengunjung dari luar yang datang dan ini bisa menjadi pasar bagi usaha lokal. Karena itu, kami merasa UMKM yang ada juga perlu menyesuaikan,” ujarnya.

Program tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Desa Bonto Salluang, Marsuki. Ia menilai pendampingan mahasiswa memberikan pengetahuan kepada pelaku usaha agar mulai beradaptasi dengan perkembangan pengelolaan bisnis.

“Saya memberikan apresiasi untuk program ini karena saya melihat adanya edukasi kepada pelaku usaha yang dulunya masih tradisional, sekarang mulai melangkah ke sistem UMKM yang lebih modern,” kata Marsuki.

Melalui Sobat UMKM, mahasiswa KKN Unhas berharap pengembangan usaha masyarakat dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan sektor wisata di Desa Bonto Salluang.

Pendataan dan pendampingan yang dilakukan diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih tertata, adaptif terhadap digitalisasi, memiliki pencatatan keuangan yang baik, serta mampu menangkap peluang ekonomi dari kunjungan wisatawan.

Dengan demikian, potensi wisata desa tidak hanya menjadi daya tarik bagi pengunjung, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.

Facebook Comments Box