MataKita.co, Takalar — Sekitar 100 pekerja bangunan di Kabupaten Takalar antusias mengikuti kegiatan Temu Tukang yang digelar PT Semen Tonasa. Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi perusahaan sekaligus upaya memperkuat kemitraan dengan pekerja bangunan sebagai pengguna dan pengenalan produk di lapangan. Rabu, (12/8/2026).
Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, mengatakan pekerja bangunan merupakan mitra strategis yang berperan penting dalam penggunaan produk perusahaan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap kualitas Semen Tonasa.
“Para tukang adalah mitra penting bagi Semen Tonasa. Mereka berada langsung di lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat. Karena itu, kami ingin terus membangun hubungan yang baik, memberikan edukasi, serta memberikan apresiasi atas kontribusi mereka selama ini,” ujar Anis.
Menurutnya, Temu Tukang tidak hanya menjadi sarana edukasi mengenai produk dan teknik aplikasinya, tetapi juga ruang bagi perusahaan untuk mendengarkan aspirasi dan kebutuhan para pekerja bangunan.
“Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, para pekerja bangunan semakin mengenal keunggulan produk Semen Tonasa dan semakin yakin menggunakan produk kami. Semen Tonasa hadir bukan hanya sebagai produsen semen, tetapi juga sebagai mitra yang tumbuh bersama masyarakat dan para pekerja konstruksi,” katanya.
Kegiatan tersebut sejalan dengan tagline “Timur Satu Semen” yang menjadi bagian dari komitmen PT Semen Tonasa memperkuat kedekatan dengan masyarakat dan penggunaan produk di kawasan Indonesia Timur.
Melalui kegiatan Temu Tukang yang digelar di berbagai daerah, perusahaan terus membangun komunikasi langsung dengan pekerja bangunan sekaligus meningkatkan edukasi, pelayanan, dan nilai tambah bagi para mitra.
Antusiasme sekitar 100 pekerja bangunan di Takalar menjadi bagian dari penguatan sinergi antara PT Semen Tonasa dan pelaku sektor konstruksi. Perusahaan berkomitmen melanjutkan kolaborasi melalui berbagai program yang mendukung peningkatan penggunaan produk serta perkembangan sektor konstruksi di daerah.








































