Beranda Kampus Digitalisasi Tata Kelola Wilayah, Mahasiswa KKN-T Unhas Inovasi Desa Hadirkan Peta Batas...

Digitalisasi Tata Kelola Wilayah, Mahasiswa KKN-T Unhas Inovasi Desa Hadirkan Peta Batas RT Berbasis Geospasial di Desa Pao-Pao

0

Matakita.co, Barru- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan inovasi digital dalam tata kelola pemerintahan desa melalui program pembuatan peta batas Rukun Tetangga (RT) berbasis geospasial di Desa Pao-Pao, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru.

Program tersebut bertujuan memberikan kepastian batas wilayah administratif pada tingkat RT sekaligus memperkuat basis data spasial desa untuk mendukung perencanaan pembangunan dan pelayanan publik yang lebih efektif.

Inisiator program, Riani Meilani Putri, mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Unhas, menjelaskan bahwa Desa Pao-Pao sebelumnya belum memiliki peta resmi yang mengatur batas antar-RT. Penentuan batas wilayah selama ini lebih banyak mengandalkan ingatan kolektif masyarakat sehingga berpotensi menimbulkan perbedaan persepsi dalam administrasi maupun perencanaan wilayah.

“Melalui pemetaan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), kami berupaya menghadirkan data spasial yang lebih akurat sehingga dapat menjadi acuan resmi bagi pemerintah desa dalam mengelola wilayahnya,” ujar Riani.

Penyusunan peta dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat. Tahapan kegiatan dimulai dari penyelarasan batas wilayah bersama Kepala Desa beserta perangkat desa, dilanjutkan dengan pengumpulan data lapangan dan pengolahan data geospasial menggunakan perangkat lunak pemetaan hingga menghasilkan peta batas RT yang terverifikasi.

Selain menghasilkan peta digital, program ini juga mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Ketersediaan data spasial yang akurat dinilai dapat menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan infrastruktur, pemerataan distribusi sumber daya, peningkatan pelayanan publik, hingga pemetaan kawasan rawan bencana sebagai bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan.

Kepala Desa Pao-Pao, Syamsul Bahri, S.E., M.M., mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin. Menurutnya, hasil pemetaan tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi pemerintah desa dalam penyelenggaraan administrasi dan pengambilan kebijakan.

“Karya yang dihasilkan merupakan bentuk inovasi yang sangat membantu masyarakat serta memberikan dampak yang berkepanjangan,” kata Syamsul Bahri.

Sebagai luaran program, peta batas RT diserahkan kepada Pemerintah Desa Pao-Pao dalam bentuk berkas digital untuk dijadikan dokumen arsip sekaligus acuan resmi tata kelola wilayah. Riani juga menyerahkan buku “Panduan Pembuatan Peta Batas RT” kepada Pemerintah Desa Pao-Pao di Kantor Desa pada Selasa (28/7/2026).

Melalui inovasi tersebut, mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas berharap tata kelola administrasi Desa Pao-Pao semakin tertata, pembagian wilayah pelayanan masyarakat menjadi lebih jelas, serta proses perencanaan pembangunan desa dapat dilakukan secara lebih terarah, berbasis data, dan inklusif. (**)

Facebook Comments Box