Beranda Lensa Sakinah Fitrianti Ingatkan Santri Waspadai Modus Peredaran Narkoba di Media Sosial

Sakinah Fitrianti Ingatkan Santri Waspadai Modus Peredaran Narkoba di Media Sosial

0
Sakinah Fitrianti B

MataKita.co, Pangkep — Peredaran narkoba melalui ruang digital menjadi ancaman yang perlu diwaspadai generasi muda. Media sosial tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga berpotensi menjadi medium penyebaran informasi dan penawaran narkoba secara terselubung.

Hal tersebut disampaikan doktor Ilmu Komunikasi, Sakinah Fitrianti B, dalam Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Pondok Pesantren Shohwatul Is’ad, Padang Lampe, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin (21/9/2026).

Sakinah hadir sebagai narasumber bersama perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan dan Satuan Narkoba Polres Pangkep.

Dalam pemaparannya, Sakinah menekankan pentingnya literasi digital untuk membekali santri dengan kemampuan mengenali berbagai modus penyebaran narkoba melalui media sosial.

Menurut dia, jaringan narkoba dapat memanfaatkan ruang digital untuk membangun persepsi positif terhadap narkoba hingga menawarkan produk secara terselubung. Modus tersebut dapat menggunakan bahasa kode, istilah gaul, simbol tertentu, ataupun iming-iming pekerjaan dan hadiah.

Selain itu, tawaran produk yang diklaim dapat meningkatkan stamina atau konsentrasi serta promosi gaya hidup tertentu juga perlu diwaspadai.

“Santri harus bisa menjadi Generasi Rabbani yang bijak bermedia sosial. Jangan mudah tergiur tawaran atau gaya hidup keren yang mempromosikan narkoba secara terselubung,” kata Sakinah.

Ketua Bidang Media Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan itu menjelaskan, perkembangan media sosial membuka ruang interaksi yang semakin luas bagi generasi muda. Namun, kemudahan akses informasi tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis.

Ia memperkenalkan prinsip “Saring Sebelum Sharing, Tabayyun Sebelum Tergiur” sebagai pedoman bagi santri dalam menghadapi informasi, tawaran, dan tren yang beredar di ruang digital.

Prinsip tersebut menekankan pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya serta memastikan kredibilitas setiap tawaran yang diterima melalui media sosial.

“Literasi digital diperlukan agar generasi muda memiliki kemampuan berpikir kritis dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang diterima,” ujarnya.

Sakinah berharap santri tidak hanya mampu melindungi diri dari berbagai modus peredaran narkoba, tetapi juga berperan dalam menyebarkan informasi yang benar dan mengedukasi lingkungan sekitarnya mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.

Facebook Comments Box