MataKita.co, Pangkep – Pagi itu, suasana Kantor Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, tampak berbeda. Kantor yang biasanya menjadi tempat warga mengurus administrasi desa itu perlahan dipenuhi masyarakat yang datang untuk satu keperluan, yaitu memeriksakan kesehatan.
Di antara warga yang berdatangan, sejumlah tenaga medis bersiap memberikan pelayanan. Dokter dan perawat hadir untuk melayani masyarakat yang ingin memeriksakan kondisi tubuh, memperoleh konsultasi medis, hingga mendapatkan obat sesuai kebutuhan.
Hari itu, warga sekitar tidak perlu pergi jauh untuk menjangkau layanan. Pelayanan kesehatan datang mendekati tempat tinggal mereka, membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pemeriksaan tanpa dipungut biaya, mulai dengan konsultasi, diperiksa secara langsung hingga pemberian obat-obatan secara cuma-cuma.
Program tersebut bukan sekadar kegiatan sosial sesaat. Di balik antrean warga dan pelayanan tenaga medis, terdapat upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara perusahaan industri dan masyarakat yang hidup di sekitarnya.
Aktivitas industri di wilayah ring 1 PT Semen Tonasa, yang juga meliputi Desa Bulu Cindea sebab lokasinya hanya berjarak sekian meter saja dari areal Pelabuhan Biringkassi, lokasi bongkar muat material dan hasil produksi dari perusahaan persemenan ini, melalui program TJSL, Semen Tonasa bertransformasi lewat layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat yang merupakan dua hal yang perlu berjalan beriringan.
Bagi PT Semen Tonasa, komitmen tersebut diwujudkan melalui pilar Tonasa Sehat. Program ini menjadi bagian dari strategi Transformasi dalam Harmoni, yang mendorong agar perkembangan industri berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, mengatakan pemeriksaan kesehatan gratis merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional, katanya, kemajuan perusahaan tidak hanya diukur melalui kemampuan memproduksi kebutuhan pembangunan, tetapi juga melalui kontribusinya terhadap kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekitar. Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, Semen Tonasa dan masyarakat dapat terus berkolaborasi dan bersinergi bersama untuk kemajuan perusahaan dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Anis.
Ia menambahkan, kegiatan sosial kemasyarakatan seperti pemeriksaan kesehatan gratis telah menjadi agenda rutin perusahaan sebagai bagian dari komitmen untuk terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.
“Kesehatan menjadi salah satu fondasi penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga. Masyarakat yang sehat memiliki kesempatan lebih besar untuk bekerja, menjalankan aktivitas sehari-hari, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan ekonomi di lingkungannya,” bebernya.
Atas dasar itu, pelayanan kesehatan gratis tidak hanya dipandang sebagai pemberian bantuan medis. Program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap kemampuan masyarakat dalam menjaga kesehatan sejak dini.
“Semoga hubungan yang baik antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat dapat terus terjaga. Kami ingin kehadiran Semen Tonasa dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar perusahaan,” tambahnya.
Bagi perusahaan yang beroperasi di tengah kehidupan masyarakat, hubungan yang harmonis tidak terbentuk hanya melalui kedekatan geografis. Hubungan itu tumbuh melalui kepedulian, komunikasi, dan kontribusi yang dapat dirasakan langsung oleh warga.
Pemeriksaan kesehatan gratis menjadi salah satu ruang pertemuan tersebut. Di sana, perusahaan hadir bukan melalui aktivitas produksi, melainkan melalui pelayanan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Sebanyak 12 desa menjadi sasaran program, dengan rata-rata target 200 penerima manfaat per desa atau sekitar 2.400 warga secara keseluruhan. Layanan yang disediakan juga terus berkembang, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, pemberian obat dan vitamin, hingga pemeriksaan gigi.
Di luar kegiatan tersebut, sunatan massal, respons terhadap persoalan penyakit menular, serta dukungan penyediaan air bersih menjadi bagian dari rangkaian kepedulian yang lebih luas.
“Semua itu menunjukkan bahwa kontribusi sosial perusahaan dapat hadir melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” tambahnya.
Menjangkau 12 Desa, Menyentuh Ribuan Warga
Komitmen itu diterjemahkan melalui kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis yang berlangsung pada 6–21 Oktober 2026. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 PT Semen Tonasa dan menyasar masyarakat di 12 desa wilayah Ring 1 perusahaan.
Ketua Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Tonasa, Abbas, menjelaskan bahwa program ini diprioritaskan bagi masyarakat yang tinggal di desa-desa terdekat dengan wilayah operasional perusahaan.
Menurut Abbas, jumlah penerima manfaat ditargetkan rata-rata 200 orang di setiap desa. Namun, realisasi di lapangan berbeda-beda, bergantung pada jumlah warga yang memanfaatkan pelayanan.
“Target kita rata-rata 200 orang per desa. Dalam realisasinya di lapangan cukup dinamis, ada desa yang mencapai 350 orang, ada juga yang 150 orang. Namun jika dirata-ratakan sekitar 200 orang per desa. Jadi totalnya sekitar 2.400 warga yang mendapat manfaat, karena saat ini ada 12 desa di wilayah Ring Satu yang kita jangkau,” paparnya.
Angka tersebut menggambarkan luasnya jangkauan program yang dirancang untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dengan menyasar 12 desa, pelayanan tidak hanya terpusat di satu lokasi. Sebaliknya, kegiatan dibawa langsung ke wilayah tempat warga tinggal sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk memanfaatkan layanan tanpa harus menempuh perjalanan khusus menuju lokasi pemeriksaan.
Jenis layanan yang diberikan juga terus dikembangkan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan lebih berfokus pada pemeriksaan kesehatan umum, pemberian obat-obatan, dan vitamin, tahun ini cakupannya diperluas dengan pemeriksaan gigi.
“Untuk pemeriksaan gigi tahun ini bertambah. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kita berfokus pada pelayanan kesehatan umum, pemberian obat-obatan, serta vitamin, kini cakupannya kita perluas,” ungkap Abbas.
Penambahan layanan tersebut menunjukkan adanya upaya menyesuaikan kegiatan sosial dengan kebutuhan kesehatan masyarakat.
Selain menyediakan pemeriksaan dan pengobatan, kegiatan bakti sosial ini juga dirangkaikan dengan penyuluhan mengenai anak bebas stunting serta pemberian bantuan obat secara simbolis.
“Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penanganan keluhan kesehatan, tetapi juga berupaya mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan memperhatikan tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Tidak Berhenti pada Pengobatan Gratis
Pelayanan kesehatan masyarakat yang dilakukan PT Semen Tonasa tidak hanya berlangsung ketika kegiatan pemeriksaan gratis digelar.
Menurut Abbas, perusahaan juga menjalankan sejumlah kegiatan sosial lain yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Salah satunya adalah sunatan massal yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
Perusahaan juga melakukan langkah responsif ketika masyarakat menghadapi persoalan kesehatan lingkungan, termasuk saat terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Selain ada pengobatan gratis, kita juga rutin melakukan aksi sosial seperti sunatan massal yang digelar setahun sekali. Bahkan ketika terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), tim kami langsung turun ke lapangan melakukan pengasapan (fogging) dalam rangka fokus meningkatkan derajat kesehatan warga,” jelasnya.
Upaya tersebut memperlihatkan bahwa perhatian terhadap kesehatan masyarakat membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan. Pemeriksaan medis membantu masyarakat mengenali kondisi kesehatannya, sementara kegiatan pencegahan dan respons terhadap penyakit turut mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat.
Perhatian perusahaan juga mencakup kebutuhan dasar yang berkaitan erat dengan kesehatan lingkungan, salah satunya penyediaan air bersih.
Abbas menjelaskan bahwa kegiatan di bidang kesehatan merupakan bagian dari transformasi dukungan perusahaan kepada masyarakat. Program tersebut berkembang sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan warga, meskipun sektor kesehatan pada awalnya bukan termasuk program utama perusahaan.
“Sebenarnya sektor kesehatan ini awalnya tidak termasuk dalam program utama, namun ini merupakan wujud transformasi supporting yang kami berikan secara langsung kepada masyarakat. Termasuk di dalamnya upaya penyediaan air bersih guna menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan sekitar secara berkelanjutan,” pungkas Abbas.
Pernyataan itu menegaskan bahwa kontribusi sosial perusahaan dapat berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Dukungan tidak harus berhenti pada program yang telah direncanakan sejak awal, tetapi juga dapat diperluas untuk menjawab persoalan yang dihadapi warga.
“Dalam konteks ini, kesehatan menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan jangka panjang antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan,” tuturnya.
Harmoni yang Dirasakan di Tingkat Desa
Di tingkat desa, keberadaan program sosial perusahaan turut mendapat apresiasi dari pemerintah setempat.
Kepala Desa Bulu Cindea, Made Ali, menilai berbagai program yang dijalankan PT Semen Tonasa telah memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah Ring 1.
“Banyak hal yang telah diberikan oleh PT Semen Tonasa kepada masyarakat. Karena itu, kita harus terus mendukung Semen Tonasa, karena keberadaan perusahaan sangat membantu dan mendukung pemerintah desa dalam menjalankan berbagai program untuk masyarakat,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Kecamatan Bungoro yang diwakili Kepala Seksi Ekonomi, Hamka M. Ia menilai kegiatan sosial yang dilakukan perusahaan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi PT Semen Tonasa yang selalu hadir dan melaksanakan berbagai kegiatan untuk masyarakat. Kegiatan seperti pemeriksaan kesehatan gratis ini tentunya sangat bermanfaat bagi warga,” ungkapnya.








































