Beranda Lensa LDII Sulsel Tanam Lebih dari 1.000 Mangrove di Lantebung, Dorong Pelestarian Pesisir

LDII Sulsel Tanam Lebih dari 1.000 Mangrove di Lantebung, Dorong Pelestarian Pesisir

0

Matakita.co, Makassar – Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Sulawesi Selatan menanam lebih dari 1.000 bibit mangrove di kawasan Taman Wisata Mangrove Lantebung, Makassar, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan bertajuk “Gerakan 3K LDII untuk Pesisir Lestari” tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat.

Gerakan ini mengusung tiga nilai utama, yakni Karya, Kontribusi, dan Komunikasi, yang diwujudkan melalui aksi penanaman mangrove serta kerja sama lintas sektor dalam menjaga ekosistem pesisir.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Pembinaan Mental dan Sejarah Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Nopid Arif, serta Kepala Seksi Konservasi Kawasan Pesisir Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan, Rizky Saparina Utami.

Sejumlah yayasan pemerhati lingkungan dan unsur masyarakat juga terlibat dalam kegiatan tersebut.

Penanaman mangrove di kawasan Lantebung diharapkan dapat membantu mengurangi risiko abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, serta menyediakan habitat bagi berbagai jenis biota.

LDII Tekankan Pentingnya Perawatan Mangrove

Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan mengatakan, kegiatan penanaman mangrove merupakan bagian dari kontribusi organisasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menurut dia, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui penanaman pohon, tetapi harus diikuti dengan pemeliharaan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“LDII terus mengambil peran dalam karya dan kontribusinya di tengah masyarakat, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Menanam pohon adalah sebuah tindakan mulia,” ujarnya.

Ia menilai penanaman pohon juga memiliki nilai ibadah karena memberikan manfaat bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

“Satu pohon yang ditanam akan menjadi amal jariah selama pohon itu tumbuh dan banyak makhluk mengambil manfaat darinya. Pohon adalah masa depan yang akan dinikmati oleh generasi setelah kita,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program penghijauan tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari kemampuan menjaga tanaman tersebut hingga tumbuh.

“Jangan sampai kita hanya menanam, tetapi tidak memastikan keberlangsungan hidupnya. Merawat pohon yang telah ditanam merupakan bagian dari tanggung jawab dan kepedulian kita terhadap lingkungan serta generasi mendatang,” tegasnya.

TNI dan Pemprov Sulsel Apresiasi Gerakan LDII

Kepala Pembinaan Mental dan Sejarah Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Nopid Arif, mengapresiasi keterlibatan LDII dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir.

Menurut dia, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa organisasi kemasyarakatan dapat berperan dalam menggerakkan berbagai unsur masyarakat untuk terlibat dalam pelestarian lingkungan.

“Terima kasih atas sumbangsih LDII dalam menjaga lingkungan, khususnya hutan mangrove. Terima kasih juga sudah menyatukan beberapa komponen bangsa dalam kegiatan ini,” ujar Nopid.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi contoh bagi organisasi maupun kelompok masyarakat lainnya.

“Teruslah berkarya dan berkontribusi untuk negara dan bangsa, jadilah contoh bagi orang lain dan komponen-komponen bangsa lainnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Kawasan Pesisir Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan, Rizky Saparina Utami, menyampaikan apresiasi atas prakarsa LDII dalam mendukung pelestarian ekosistem mangrove.

Rizky yang hadir mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan mengatakan, keterlibatan organisasi kemasyarakatan menjadi bagian penting dalam memperluas upaya konservasi kawasan pesisir.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kegiatan ini yang diprakarsai oleh teman-teman di LDII,” ujarnya.

Ia juga membuka peluang kerja sama lanjutan dengan LDII dalam kegiatan pelestarian lingkungan yang dilaksanakan pemerintah daerah.

“Kami dari Dinas Kelautan dan Perikanan akan melibatkan LDII dalam kegiatan pelestarian alam lainnya pada waktu-waktu berikutnya,” kata Rizky.

Perkuat Kolaborasi Pelestarian Pesisir

Gerakan 3K LDII untuk Pesisir Lestari merupakan bagian dari upaya organisasi menerapkan nilai Karya, Kontribusi, dan Komunikasi melalui kegiatan sosial dan lingkungan.

Nilai karya diwujudkan melalui penanaman lebih dari 1.000 bibit mangrove, sedangkan kontribusi dilakukan melalui keterlibatan organisasi dalam mendukung konservasi kawasan pesisir.

Adapun komunikasi diwujudkan melalui kerja sama dengan TNI, pemerintah daerah, organisasi pemerhati lingkungan, dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, DPW LDII Sulawesi Selatan berharap semakin banyak pihak terlibat dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Organisasi ini juga menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui pemeliharaan tanaman dan perlindungan kawasan mangrove.

Penanaman lebih dari 1.000 bibit mangrove di Lantebung diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga lingkungan pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem bagi masyarakat.

Facebook Comments Box