Beranda Berdikari Ekonomi Larry Fink Sebut Crypto Washout Berakhir, Apakah Harga Bitcoin Mulai Stabil?

Larry Fink Sebut Crypto Washout Berakhir, Apakah Harga Bitcoin Mulai Stabil?

0
ilustrasi, Foto: Shutterstock/

MataKita.co, Makassar – Pasar cryptp mendapatkan sentimen positif baru setelah CEO BlackRock, Larry Fink, mengungkapkan bahwa proses pembersihan leverage berlebihan di industri crypto telah selesai. Menurutnya, sebagian besar tekanan yang sebelumnya memicu penurunan tajam harga Bitcoin sudah terserap pasar.

Bagi investor Indonesia yang ingin memanfaatkan momentum tersebut, Pintu menyediakan akses untuk membeli Bitcoin dan ratusan aset crypto lainnya mulai dari Rp11.000. Melalui fitur Pintu Pro, pengguna juga dapat memanfaatkan berbagai indikator pasar serta alat trading profesional untuk mendukung pengambilan keputusan investasi.

Di sisi lain, investor crypto umumnya juga memperhatikan faktor efisiensi biaya perdagangan. Salah satu aspek yang sering menjadi perhatian adalah USDT spread rendah, karena spread yang kompetitif memungkinkan investor memperoleh harga transaksi yang lebih optimal ketika membeli maupun menjual aset digital.

Tidak hanya sebagai instrumen investasi, teknologi blockchain juga semakin banyak digunakan dalam berbagai layanan keuangan modern. Saat ini, semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa Remittance adalah layanan pengiriman uang lintas negara yang memanfaatkan sistem pembayaran crypto agar proses transfer menjadi lebih cepat dan efisien.

Larry Fink Nilai Pasar Crypto Sudah Lebih Sehat

Dalam wawancara bersama CNBC, Larry Fink menjelaskan bahwa salah satu masalah yang membayangi pasar crypto adalah penggunaan leverage yang terlalu tinggi. Banyak investor menggunakan dana pinjaman untuk memperbesar posisi mereka dengan harapan memperoleh keuntungan lebih besar.

Menurut Fink, proses likuidasi besar-besaran yang terjadi sepanjang tahun ini telah menghilangkan sebagian besar leverage berlebihan tersebut. Ia memperkirakan sekitar US$2 triliun nilai pasar aset crypto telah terhapus selama periode koreksi, sehingga menciptakan kondisi yang lebih stabil.

Pernyataan ini menarik perhatian karena selama beberapa tahun terakhir Fink dikenal sebagai salah satu tokoh keuangan tradisional yang semakin terbuka terhadap aset digital. Bahkan, BlackRock kini menjadi pemain dominan dalam industri ETF Bitcoin spot melalui produk iShares Bitcoin Trust (IBIT).

Apa Itu Crypto Washout dan Mengapa Penting?

Istilah crypto washout merujuk pada fase ketika pasar membersihkan posisi spekulatif yang terlalu agresif. Pada periode ini, investor yang menggunakan leverage tinggi biasanya mengalami likuidasi dan keluar dari pasar.

Meskipun terdengar negatif, fase tersebut sering dianggap sebagai proses yang diperlukan untuk membangun fondasi pasar yang lebih sehat. Setelah tekanan jual akibat likuidasi mereda, harga aset cenderung bergerak lebih stabil karena didominasi oleh investor yang memiliki keyakinan jangka panjang.

Fenomena serupa pernah terjadi pada beberapa siklus Bitcoin sebelumnya. Setelah mengalami koreksi besar, Bitcoin justru mampu mencetak rekor harga baru ketika pasar berhasil melewati fase pembersihan leverage.

Arus Dana ETF Bitcoin Mulai Berbalik Positif

Optimisme Larry Fink tidak hanya didasarkan pada pandangan subjektif. Data pasar menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mulai mengalami perbaikan setelah melalui periode yang sulit pada Juni 2026.

Bulan Juni tercatat sebagai bulan terburuk sejak ETF Bitcoin spot diluncurkan. Pada periode tersebut, total arus keluar dana mencapai sekitar US$4,5 miliar. Penurunan harga Bitcoin yang lebih dari 20 persen menyebabkan banyak investor melakukan pencairan dana dari produk ETF.

Bahkan, dalam sepuluh sesi perdagangan berturut-turut menjelang akhir Juni, ETF Bitcoin mencatat arus keluar sekitar US$2,7 miliar. Situasi tersebut sempat memunculkan kekhawatiran bahwa minat institusional terhadap Bitcoin mulai melemah.

Namun, tren tersebut mulai berubah pada awal Juli. Data menunjukkan bahwa ETF Bitcoin kembali mencatat inflow sebesar US$221,7 juta pada 2 Juli, yang sekaligus mengakhiri rangkaian arus keluar selama sepuluh hari berturut-turut.

Sejak saat itu, berbagai ETF Bitcoin spot secara konsisten menerima aliran dana baru. Berdasarkan data Glassnode, inflow harian berada di kisaran US$80 juta hingga US$260 juta. Masuknya modal baru ini bertepatan dengan pemulihan harga Bitcoin dari bawah US$58.000 menuju area US$65.000.

Kepemilikan IBIT BlackRock Mulai Stabil

Selain melihat arus dana ETF secara keseluruhan, investor juga mencermati perkembangan iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock yang hingga kini menjadi ETF Bitcoin spot terbesar di Amerika Serikat.

Data Bitbo menunjukkan bahwa kepemilikan IBIT sempat mencapai hampir 823.000 BTC pada pertengahan Mei 2026. Namun, ketika pasar mengalami tekanan pada Juni, jumlah kepemilikan tersebut turun sekitar 90.000 BTC akibat aksi pencairan dana dari investor.

Meski demikian, kondisi mulai berubah pada awal Juli. Kepemilikan IBIT kini relatif stabil di kisaran 730.000 BTC, menunjukkan bahwa tekanan jual dari investor institusional mulai mereda.

Bitcoin Masih Menghadapi Ujian di Area US$65.00

Meskipun sentimen pasar mulai membaik, Bitcoin masih menghadapi tantangan teknikal yang tidak ringan. Hingga saat ini, area US$65.000 masih menjadi resistance penting yang beberapa kali gagal ditembus secara meyakinkan.

Secara teknikal, level tersebut menjadi batas psikologis sekaligus area yang dipenuhi aksi ambil untung dari investor jangka pendek. Selama Bitcoin belum mampu ditutup konsisten di atas resistance tersebut dengan volume perdagangan yang meningkat, potensi konsolidasi masih terbuka.

Indikator Relative Strength Index (RSI) juga bergerak di area netral, menandakan bahwa pasar belum memasuki kondisi jenuh beli. Kondisi ini memberikan ruang bagi Bitcoin untuk melanjutkan kenaikan apabila didukung oleh sentimen positif dan meningkatnya permintaan dari investor.

Di sisi lain, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) mulai menunjukkan pelemahan momentum bearish. Jika garis MACD mampu bertahan di atas garis sinyal dalam beberapa pekan ke depan, peluang terbentuknya tren naik baru akan semakin besar.

JPMorgan dan Bloomberg Melihat Peluang Pemulihan

Pandangan optimistis Larry Fink juga diperkuat oleh sejumlah lembaga keuangan besar lainnya. Analis JPMorgan menilai bahwa meningkatnya permintaan investor institusional di pasar futures Bitcoin merupakan sinyal positif bagi prospek harga dalam jangka menengah.

Sementara itu, analis ETF dari Bloomberg Intelligence, Eric Balchunas, membandingkan perjalanan ETF Bitcoin dengan perkembangan ETF emas pada awal peluncurannya. Menurutnya, ETF emas juga sempat mengalami fase kenaikan, koreksi tajam, kemudian kembali mencetak rekor harga baru dalam jangka panjang.

Apabila pola tersebut kembali terulang, ETF Bitcoin berpotensi mengalami pertumbuhan aset kelolaan yang jauh lebih besar dalam beberapa tahun mendatang. Bertambahnya dana yang masuk ke ETF tentu akan meningkatkan permintaan terhadap Bitcoin sebagai aset dasar, sehingga berpotensi memberikan dukungan terhadap harga.

Kesimpulannya, pernyataan Larry Fink bahwa fase crypto washout telah berakhir memberikan optimisme baru bagi pasar aset digital. Pernyataan tersebut didukung oleh membaiknya arus dana ETF Bitcoin spot, stabilnya kepemilikan IBIT BlackRock, serta berkurangnya tekanan leverage yang sebelumnya menjadi penyebab utama volatilitas ekstrem.

Meskipun demikian, Bitcoin masih menghadapi tantangan untuk menembus resistance kuat di area US$65.000. Selama inflow ETF tetap berlanjut, kondisi makroekonomi mendukung, dan tidak muncul kembali tekanan leverage yang berlebihan, peluang Bitcoin melanjutkan tren pemulihan tetap terbuka.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.

Facebook Comments Box