MataKita.co, Gowa — Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof. Jamaluddin Jompa mendorong penyusunan buku yang memuat sejarah Sultan Hasanuddin secara lengkap dan mendalam.
Gagasan tersebut disampaikan Jamaluddin saat memimpin ziarah ke Makam Sultan Hasanuddin di Kompleks Pemakaman Raja-raja Gowa, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Minggu (6/9/2026).
Ziarah tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-70 Unhas. Kegiatan diikuti jajaran pimpinan dan sivitas akademika Unhas.
Menurut Jamaluddin, Sultan Hasanuddin memiliki hubungan historis dan filosofis yang kuat dengan Unhas karena nama perguruan tinggi tersebut diambil dari nama sang pahlawan nasional.
Nilai perjuangan dan keteladanan Sultan Hasanuddin, kata dia, perlu terus dipahami dan diterapkan dalam perjalanan Unhas.
“Saya minta kita memaknai sejarah bukan hanya untuk mengetahui mereka yang sudah mendahului kita, tetapi juga mengingat dan mengimplementasikan setiap perbuatan dan aksi yang dilakukan para pendahulu kita,” kata Jamaluddin.
Sebagai bentuk keseriusan, ia meminta agar sejarah Sultan Hasanuddin disusun dalam sebuah buku. Rencana tersebut akan ditindaklanjuti oleh Fakultas Ilmu Budaya Unhas di bawah koordinasi Dekan Prof. Andi Muhammad Akhmar.
Jamaluddin berharap buku itu dapat memperluas pemahaman dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika mengenai perjalanan hidup serta perjuangan Sultan Hasanuddin.
“Sebagai institusi yang menggunakan nama Sultan Hasanuddin, Unhas memiliki tanggung jawab untuk memahami sejarah perjuangan Sultan Hasanuddin secara lebih utuh dan mendalam,” ujarnya.
Mengenang pendiri dan sivitas akademika Unhas
Sebelum mengunjungi Makam Sultan Hasanuddin, rombongan terlebih dahulu berziarah ke kompleks pemakaman keluarga Unhas di Patte’ne, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros.
Di lokasi tersebut, jajaran pimpinan dan sivitas akademika mengenang para pendiri, tokoh, dosen, serta tenaga kependidikan yang telah mengabdikan diri bagi perkembangan Unhas.
Ketua Panitia Dies Natalis ke-70 Unhas Prof. A. Mujetahid mengatakan, ziarah makam merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap tahun menjelang peringatan hari jadi Unhas.
“Meskipun merupakan kegiatan tahunan, Unhas mempertahankan tradisi ini untuk selalu mengenang jasa dan pengabdian para pendahulu kita, baik dosen maupun tenaga kependidikan,” kata Mujetahid yang juga menjabat Dekan Fakultas Kehutanan Unhas.
Rangkaian ziarah ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Guru Besar Unhas Prof. KH Najamuddin A.S.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus pengingat bahwa perjalanan Unhas hingga memasuki usia ke-70 tidak terlepas dari jasa, perjuangan, dan pengabdian banyak pihak.








































