MataKita.co, Gorontalo — Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menjadi tuan rumah Workshop Penulisan Proposal Hibah Nasional untuk Dosen Muda dan Vokasi Tahun 2026 yang digelar di Aula Lantai V Fakultas Kedokteran UMGO, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi bersama Universitas Muhammadiyah Gorontalo.
Workshop diikuti oleh dosen muda UMGO serta dosen dari perguruan tinggi vokasi se-Gorontalo.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Keuangan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Irvan Yuliastono, S.E., serta Tim Pakar Proposal Hibah Nasional yang diwakili Dr. Yohanes Eko Adi Prasetyanto. Hadir pula Rektor UMGO, Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong, Wakil Rektor I UMGO Dr. Muh. Firyal Akbar, Wakil Rektor II, Dr. Salahudin Pakaya, Wakil Rektor III, Dr. Thamrin Kum.
Dalam sambutannya, Rektor UMGO menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi kepada UMGO sebagai mitra pelaksanaan kegiatan. Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi dosen untuk memperkuat kapasitas penelitian sekaligus menjalankan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Atas nama civitas akademika UMGO, saya mengucapkan selamat datang kepada tim kementerian dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada UMGO. Tahun lalu kita dipercaya dalam kegiatan penulisan artikel, dan hari ini kembali menjadi bagian dari kegiatan penguatan proposal hibah,” ujar Rektor.
Menurutnya, proses mendapatkan hibah penelitian bukan perkara mudah. Dosen tidak hanya dituntut memiliki gagasan penelitian yang baik, tetapi juga harus mampu menyusun proposal sesuai ketentuan administrasi maupun substansi yang ditetapkan.
“Kadang penelitian kita bagus, tetapi gagal di administrasi. Ada juga yang secara administrasi memenuhi, tetapi dari sisi substansi masih perlu diperbaiki. Karena itu, kemampuan menulis proposal menjadi bagian penting yang harus terus kita tingkatkan,” katanya.
Rektor juga mendorong seluruh peserta memanfaatkan workshop dengan sebaik-baiknya. Ia berharap para peserta telah menyiapkan ide maupun rancangan proposal yang dapat langsung didiskusikan bersama tim pakar.
“Manfaatkan satu hari ini sebaik-baiknya. Saya berharap peserta sudah memiliki proposal sehingga dapat didiskusikan dengan pemateri. Ini momentum yang baik karena pematerinya hadir dari tingkat pusat,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Prof. Heri Kuswanto, dalam sambutannya secara daring menyampaikan apresiasi kepada UMGO yang telah bersedia menjadi tuan rumah kegiatan. Ia menjelaskan bahwa istilah dosen muda dalam konteks program tersebut tidak semata-mata berdasarkan usia, melainkan lebih kepada dosen yang belum memiliki banyak pengalaman dalam penelitian dan penulisan proposal hibah.
“Berbicara peneliti muda bukan berbasis usia. Mereka yang belum banyak memiliki pengalaman penelitian, maupun dosen yang ingin menambah pengalaman dalam penulisan proposal, sangat kami sambut,” jelasnya.
Prof. Heri mengungkapkan, persaingan untuk memperoleh pendanaan penelitian melalui sistem BIMA pada 2026 sangat tinggi. Dari sekitar 110 ribu proposal yang masuk, hanya sekitar 18 ribu yang dapat memperoleh pendanaan.
Menurutnya, tingginya jumlah proposal menunjukkan bahwa minat dosen untuk melakukan penelitian semakin besar. Namun, keterbatasan anggaran membuat belum seluruh proposal yang dinilai baik dapat didanai.
“Kita melihat minat Bapak dan Ibu dosen sudah luar biasa. Di sisi lain, pendanaan yang tersedia belum mampu meng-cover semuanya. Karena itu, kami di kementerian terus berupaya agar pendanaan penelitian dapat meningkat,” tuturnya.
Ia mengatakan, kementerian juga terus menyiapkan skema baru untuk memperluas peluang dosen memperoleh pendanaan penelitian. Pembukaan proposal hibah penelitian untuk tahun 2027 direncanakan mulai akhir November.
Prof. Heri berpesan agar workshop tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi menghasilkan proposal yang benar-benar siap disempurnakan dan diajukan. Ia berharap peserta dapat memiliki “tabungan proposal” yang dapat dikembangkan dan disubmit pada skema hibah yang sesuai.
“Semoga kegiatan ini menjadi milestone yang baik bagi Bapak dan Ibu. Pulang dari sini bukan hanya membawa materi, tetapi memiliki tabungan proposal yang siap submit dan mudah-mudahan bisa lolos dengan kualitas terbaik,” harapnya.
Selain penguatan kemampuan teknis penulisan proposal, Prof. Heri juga mengingatkan pentingnya aspek etika penelitian untuk turut menjadi perhatian dalam pendampingan dan penyusunan proposal.
Workshop ini diharapkan menjadi ruang bagi dosen muda dan dosen vokasi di Gorontalo untuk memahami strategi penyusunan proposal hibah yang kompetitif, sekaligus memperbesar peluang penelitian perguruan tinggi di daerah untuk memperoleh pendanaan pada tingkat nasional.








































