MatakIta.co, Selayar – Pemanfaatan media sosial yang semakin luas membuka peluang sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi masyarakat, terutama generasi muda. Agar media sosial dapat dimanfaatkan secara positif, diperlukan penguatan literasi digital sehingga pengguna mampu bersikap kritis, aman, dan bertanggung jawab di ruang digital.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Program Kemitraan Masyarakat (PPMU-PK-M) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pengembangan Kapasitas Partisipasi Pemuda dalam Penggunaan Media Sosial di Desa Patilereng, Kecamatan Bontusikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar”. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis Ke-70 Unhas itu berlangsung di Aula Kantor Desa Patilereng, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan dipimpin Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas, Prof. Dr. Phil. Sukri, M.Si., bersama tim yang terdiri atas tujuh dosen. Turut hadir dosen tamu dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Dr. Ammar Redza Bin Ahmad Rizal, dosen Ilmu Komunikasi Unhas, Nosakros Arya, S.Sos., M.I.Kom., sebagai narasumber, serta Kepala Desa Patilereng.
Dalam sambutannya, Prof. Sukri menjelaskan bahwa Desa Patilereng dipilih sebagai lokasi pengabdian karena memiliki karakter sosial yang khas sebagai masyarakat kepulauan dengan ikatan sosial yang kuat. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting dalam membangun partisipasi masyarakat, namun juga menghadirkan tantangan tersendiri dalam penggunaan media sosial.
“Karakteristik masyarakat kepulauan memiliki ikatan sosial yang kuat. Di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi tantangan dalam bermedia sosial di era digital saat ini,” ujarnya.
Prof. Sukri menambahkan, Kabupaten Kepulauan Selayar termasuk daerah yang memiliki tingkat pemanfaatan media sosial cukup baik. Potensi tersebut, menurutnya, perlu diimbangi dengan peningkatan literasi digital agar masyarakat mampu memanfaatkan media sosial secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab.
Pada sesi materi, Nosakros Arya membahas strategi cerdas bermedia sosial sekaligus mengingatkan peserta mengenai berbagai bentuk kejahatan siber yang kian berkembang. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital, perlindungan data pribadi, serta kemampuan menyaring informasi sebelum membagikannya di media sosial.
“Banyak bentuk penipuan digital yang marak saat ini, mulai dari pendaftaran CPNS bodong, penyalahgunaan data pribadi, hingga penyebaran malinformasi,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Tim PPMU-PK-M Unhas berharap pemuda Desa Patilereng semakin mampu memanfaatkan media sosial secara kritis, aman, dan produktif. Selain meningkatkan kemampuan bermedia digital, para peserta juga diharapkan menjadi agen literasi digital yang dapat menularkan pengetahuan kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya.








































