Beranda Lensa Ketua PWI Pangkep Sakinah Fitrianti Bekali Pegiat Literasi Cara Menganalisis Sumber Informasi

Ketua PWI Pangkep Sakinah Fitrianti Bekali Pegiat Literasi Cara Menganalisis Sumber Informasi

0
Ketua PWI Pangkep, Sakinah Fitrianti B

MataKita.co, Pangkep –  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) membekali pegiat literasi, komunitas perpustakaan, dan tenaga pendidik dengan kemampuan menganalisis sumber informasi melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut digelar di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pangkep, Kamis (17/9/2026).

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Minat Baca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep, Salmawati, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami sekaligus menyaring informasi yang beredar di ruang publik.

“Dengan adanya Bimtek, kita berharap lewat narasumber yang dihadirkan mampu memberi edukasi ilmu pengetahuan dan praktis terhadap peningkatan pemahaman dalam hal literasi informasi di Kabupaten Pangkep agar terhindar dari segala bentuk misinformasi dan disinformasi,” bebernya.

Menurutnya, kemampuan literasi informasi menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya penggunaan media digital. Peserta tidak hanya dituntut mampu memperoleh informasi, tetapi juga harus cermat dalam menilai kebenaran dan kredibilitas informasi sebelum menggunakannya maupun menyebarkannya.

“Bimtek ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kecakapan peserta dalam menyikapi derasnya arus informasi di tengah perkembangan teknologi digital,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu narasumber, Dr Sakinah Fitrianti B, yang merupakan praktisi komunikasi media, memaparkan pentingnya kemampuan peserta dalam mengenali, memahami, dan menganalisis berbagai sumber informasi.

Doktor dalam bidang Dakwah dan Ilmu Komunikasi tersebut menekankan bahwa informasi perlu dipahami secara kritis, sebab tidak semua informasi yang beredar dapat dijadikan rujukan yang valid.

“Informasi bukan sekadar narasi atau data,Namun sebuah struktur yang menentukan kebenaran suatu pengetahuan,” ujarnya.

Menurut Sakinah, kemampuan literasi informasi yang baik dapat membantu masyarakat menghindari informasi palsu maupun sumber rujukan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, peserta Bimtek diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas sehari-hari sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih kritis terhadap informasi.

“Sehingga tanpa literasi informasi yang baik, maka akan rentan terjebak *hoax* atau referensi yang tidak valid, dan kita harus bisa menjadi agen literasi informasi yang bijak,” tambah Ketua PWI Pangkep ini.

Facebook Comments Box