MataKita.co, Makassar — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Prisma Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (FISIP Unhas) berkolaborasi dengan BASAIbu Wiki Sulawesi Selatan menggelar lokakarya penulisan opini bertema lingkungan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengolah persoalan lingkungan menjadi tulisan yang kritis, mudah dipahami, dan berbasis fakta.
Lokakarya bertajuk “From Facts to Impact: Workshop Environmental Storytelling & Opinion Writing” tersebut berlangsung di Aula Prof. Syukur Abdullah, FISIP Unhas, Makassar, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tantangan dalam mengomunikasikan persoalan lingkungan yang kerap dipenuhi data teknis dan istilah ilmiah. Melalui lokakarya tersebut, mahasiswa didorong untuk menyampaikan gagasan mengenai krisis lingkungan dengan bahasa yang sederhana tanpa mengurangi kedalaman analisis.
Jurnalis Mongabay Indonesia, Agus Mawan W, yang hadir sebagai pemateri, menekankan pentingnya kejelasan gagasan dalam penulisan opini. Menurut dia, penulis perlu menghindari penggunaan bahasa yang berbelit-belit karena dapat mengaburkan pesan utama yang ingin disampaikan kepada pembaca.
“Kalau menulis opini, langsung sampaikan sikap dan gagasan utamamu di awal paragraf secara tegas. Kalimat berikutnya baru diisi oleh argumen dan bukti pendukung. Jangan sampai tulisan kita panjang dan penuh atraksi kata-kata, tetapi pembaca bingung apa sebenarnya poin yang ingin disampaikan,” ujar Agus.
Dalam pemaparannya, Agus juga menjelaskan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari berbagai aspek kehidupan masyarakat. Krisis lingkungan memiliki keterkaitan dengan persoalan sosial, budaya, hilangnya bahasa dan kearifan lokal, hingga kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang memengaruhi ruang hidup masyarakat.
Karena itu, penulisan opini lingkungan tidak cukup hanya menyajikan fakta mengenai kerusakan alam. Penulis juga perlu memahami konteks sosial dan kebijakan yang melatarbelakangi persoalan tersebut agar dapat menghadirkan argumentasi yang lebih komprehensif.
Dari fakta menjadi opini
Lokakarya yang dipandu Salfadillah Az Zahrah ini berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai teknik penulisan opini, tetapi juga terlibat dalam diskusi tentang berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Salah satu isu yang mengemuka dalam diskusi adalah kendala birokrasi yang dihadapi petani kecil dalam mengakses pupuk bersubsidi. Persoalan tersebut menjadi contoh bagaimana isu lingkungan dan pengelolaan sumber daya dapat dikaji melalui pendekatan sosial serta kebijakan publik.
Setelah sesi pemaparan dan diskusi, peserta diajak mempraktikkan penyusunan kerangka tulisan opini secara mandiri dengan pendampingan langsung dari narasumber.
Melalui praktik tersebut, mahasiswa dilatih mengidentifikasi persoalan, merumuskan gagasan utama, serta menyusun argumentasi yang didukung fakta dan data relevan.
Kolaborasi UKM Prisma FISIP Unhas dan BASAIbu Wiki Sulsel ini menjadi bagian dari upaya memperluas ruang partisipasi generasi muda dalam menyuarakan persoalan lingkungan.
Melalui penguatan keterampilan menulis, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu memahami persoalan lingkungan, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kesadaran publik dan mendorong diskusi mengenai kebijakan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.








































