MataKita.co, Makassar — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dialektika Haluan Kebangsaan Universitas Hasanuddin (LeDHaK Unhas) menggelar Proses Rekrutmen dan Orientasi (PRO) XV pada 12–13 September 2026. Sebanyak 221 calon anggota mengikuti kegiatan yang berlangsung di Auditorium Prof. Solihin Wirasugena, Fakultas Kedokteran Unhas, Makassar.
PRO XV menjadi tahap awal regenerasi organisasi sekaligus ruang pengenalan budaya berpikir kritis, dialektika, dan kemampuan berargumentasi bagi mahasiswa.
Ketua Panitia PRO XV, Khairul Arqam, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai organisasi sekaligus membangun kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.
“Mahasiswa akan dibentuk menjadi pribadi yang tidak hanya berani berbicara, tetapi juga mampu berpikir, berargumentasi, dan bertanggung jawab atas gagasannya,” ujar Khairul.
Kegiatan ini dihadiri Dewan Penasihat LeDHaK Unhas, Koordinator Forum Bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (FORBES), badan pengurus, panitia, anggota dan alumni LeDHaK Unhas, serta perwakilan UKM di lingkungan universitas.
Pastikan Orientasi Tanpa Kekerasan
Ketua Umum LeDHaK Unhas, Andi Muhammad Randy Syekh, menegaskan bahwa seluruh tahapan PRO XV harus berlangsung tanpa perpeloncoan maupun kekerasan.
Menurut Randy, proses kaderisasi harus menjunjung tinggi hak asasi dan memberikan ruang yang aman bagi setiap peserta untuk mengembangkan kapasitas dirinya.
“Jika suatu hari saya mendapati laporan mengenai adanya tindakan kekerasan, saya akan langsung turun tangan untuk menindaklanjuti laporan tersebut,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Randy juga mengapresiasi prestasi anggota LeDHaK Unhas dalam berbagai kompetisi debat dan esai. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi calon anggota untuk terus mengembangkan kemampuan akademik dan intelektual.
Sementara itu, Koordinator FORBES, Muhammad Hidayat, menyebut PRO XV sebagai bagian dari proses orientasi dan kaderisasi yang memperkenalkan peserta pada kehidupan organisasi.
Ia mendorong calon anggota untuk mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari proses pengembangan diri.
“Selamat berproses. Jika proses adalah luka, maka bertahan adalah cinta,” ujarnya.
Dorong Pengembangan Kapasitas Mahasiswa
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan kehidupan kampus untuk memperluas jaringan pertemanan dan mengembangkan kapasitas diri.
Menurut Ruslin, keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan dapat menjadi sarana membangun relasi yang bermanfaat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Anda tidak keliru memilih tempat untuk pengembangan ke depan,” katanya.
Selama dua hari, peserta memperoleh sejumlah materi, mulai dari logika, etika, dan estetika dalam berdialektika hingga teknik dan manfaat debat.
Peserta juga diperkenalkan pada visi, struktur organisasi, budaya, serta perjalanan LeDHaK Unhas sebagai bagian dari penguatan pemahaman terhadap identitas lembaga.
Melalui rangkaian materi tersebut, calon anggota diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi, serta menyampaikan gagasan secara sistematis dan bertanggung jawab.
PRO XV merupakan tahap awal dari rangkaian perekrutan anggota LeDHaK Unhas. Setelah mengikuti orientasi, calon anggota akan melanjutkan proses menuju tahapan Konstitusionalisasi Tradisi (KONTRA) serta Seremoni Pengukuhan Anggota dan Kader Tetap (SEPAKAT).
Melalui proses kaderisasi tersebut, LeDHaK Unhas berharap dapat melahirkan anggota yang memiliki kemampuan berpikir kritis, keterampilan berargumentasi, dan komitmen untuk mengembangkan tradisi intelektual di lingkungan kampus.








































