Matakita.co, Gorontalo – Program Studi S1 Sastra Inggris Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Kurikulum dengan fokus pada Peninjauan Kurikulum Berbasis OBE (Outcome Based Education). Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026 M bertepatan dengan 24 Sya’ban 1447 H, bertempat di Aula LPPM UMGO.
Lokakarya ini bertujuan untuk meninjau serta menyempurnakan kurikulum agar selaras dengan pendekatan Outcome Based Education (OBE), yaitu sistem pendidikan yang menekankan pada capaian pembelajaran lulusan secara terukur dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan global. Peninjauan kurikulum ini menjadi langkah strategis dalam memastikan proses pembelajaran mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing internasional.
Kegiatan diikuti oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, serta pemangku kepentingan akademik yang terlibat dalam pengembangan kurikulum. Berbagai aspek menjadi fokus pembahasan, mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur mata kuliah, hingga strategi implementasi kurikulum berbasis OBE yang efektif dan berkelanjutan.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UMGO, Dr. Muh. Firyal Akbar, dalam sambutannya menegaskan bahwa peninjauan kurikulum berbasis OBE merupakan bagian penting dari upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi. Menurutnya, pendekatan ini memastikan setiap proses pembelajaran memiliki arah yang jelas dan berorientasi pada kompetensi lulusan yang dibutuhkan di era global.
“Kurikulum berbasis Outcome Based Education memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya berfokus pada proses, tetapi juga pada hasil yang nyata dan terukur. Dengan demikian, lulusan diharapkan memiliki kompetensi akademik, keterampilan profesional, serta kesiapan menghadapi tantangan global,” ujar Dr. Muh. Firyal Akbar.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial UMGO, Dr. Apris Ara Tilome, menyampaikan bahwa lokakarya ini merupakan bentuk komitmen fakultas dalam menjaga kualitas akademik sekaligus memastikan kurikulum tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Menurut beliau, pengembangan kurikulum harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja serta dinamika keilmuan.
“Melalui lokakarya ini, kami berupaya memastikan bahwa kurikulum Program Studi S1 Sastra Inggris terus berkembang dan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional serta kesiapan berkompetisi di tingkat global,” ungkap Dr. Apris Ara Tilome.
Melalui kegiatan lokakarya ini, diharapkan kurikulum Program Studi S1 Sastra Inggris UMGO semakin berkualitas, relevan, dan selaras dengan standar pendidikan tinggi berbasis capaian pembelajaran, sehingga mampu mencetak lulusan yang berdaya saing global serta siap berkontribusi di berbagai bidang profesional.








































