Oleh : Nur Amaliyah Arqam
(Mahasiswa FISIP Universitas Terbuka)
Dalam informasi tersebut dinyatakan oleh Duta Besar Republik Islam Iran untuk indonesia tidak perlu khawatir dengan ancaman tarif dari Amerika Serikat. Pada bulan lalu President Donald Trump menyatakan bahwa memberlakukan tarif sebesar 25% terhadap semua negara, yang masih berdagang dengan Iran. Mohammad Boroujerdi memberikan penjelasan bahwa lebih dari 100 negara yang bekerja sama dengan Iran, mereka tidak memiliki masalah dengan seperti yang dikatakan AS.
Namun, memang dikatakan Iran mendapat beberapa masalah setelah adanya pemberlakuan tarif. Sudah lebih dari 47 tahun Iran dinyatakan jatuh dalam sanksi yang sangat berat dari Amerika Serikat. Tetapi Iran tetap saja memiliki ekonomi yang bagus, lebih baik & terus mengembangkan diri. Iran yang 76 tahun lalu nya, telah berkembang dari dalam segala hal seperti teknologi nya, pendidikan dan lain-lain. Itulah mengapa Boroujerdi terus mendorong kepada negara-negara lainnya, untuk meningkatkan kerja sama nya dengan Iran & bisa terus bisa berkembang.
Maka dari itu jika ingin melewati situasi/era yang sedang sulit seperti ini, mereka harus semakin memperluas kerja sama antara kedua negara, baik secara bilateral ataupun multilateral. Menunjukkan kepada AS bahwa mereka tidak dapat mengatur aturan mereka kepada seluruh dunia. “Semua negara merdeka namun Amerika Serikat bukan lah ‘RAJA DUNIA’ mereka tidak dapat mengatur aturan mereka di dunia. Hubungan perdagangan internasional, termasuk bagi negara-negara mitra seperti indonesia.
Iran mengakui bahwa dua tahun terakhir, telah mempengaruhi perekonomian global dan banyak negara menderita karena merasa terancam akibat pemberlakuan tarif tersebut & juga tantangan-tantangan dunia lainnya. Namun Boroujerdi percaya bahwa negara merdeka seperti Indonesia & Iran harus melanjutkan kerja sama ekonomi mereka, dengan secara teratur agar kedepannya situasi tidak akan menjadi lebih buruk.







































