Beranda Mimbar Ide Opini Tombol Perang Dunia Ke-III Dimulai

Tombol Perang Dunia Ke-III Dimulai

0
Ahmad Sukarno, S.IP, M.Adm.SDA

Oleh : Ahmad Sukarno, S.IP, M.Adm.SDA

(Widyaiswara Pusjar SKMP LAN RI)

 Pada hari Sabtu 28 Februari 2026 telah diberitakan dari berbagai media internasional dan nasional bahwa Israel bersama dengan sekutunya Amerika Serikat telah melakukan serangan pendahuluan yang disebut dengan operasi terbatas ke negara Iran yang diarahkan ke jantung pemerintahan  pada target-target strategis untuk menggulingkan pemimpin negara yang sah sehingga program nuklir dan pengembangan rudal balistik Iran segera dihentikan.

Serangan Israel dan AS kemudian dibalas oleh Iran dengan melakukan serangan rudal hipersonik ke delapan negara sekaligus yang merupakan lokasi pangkalan militer AS termasuk juga ditujukan ke Israel. Pangkalan militer AS di Jordan, Iraq, Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Arab Emirat. Serangan kedua belah pihak menimbulkan korban sipil dan meninggalnya beberapa tokoh penting Iran.

Pada hari Minggu 1 Maret 2026 diberitakan dari media resmi Iran dan dikutip dari kantor berita internasional Reuters dan Al Arabiya bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Menhan dan Komandan Garda Revolusi Iran tewas dalam serangan tersebut. Operasi yang dilakukan oleh Israel dan AS pada target strategis terbatas tersebut menunjukkan adanya operasi intelijen, presisi canggih dan mutakhir yang sangat efektif kepada Iran. Model serangan ini mununjukkan akurasi sangat cermat dan presisi sebagaimana yang telah dilakukan pada negara Venezuela dengan menculik Presiden Maduro.

Kondisi geopolitik dan keamanan internasional wilayah timur tengah tidak pernah reda dan semakin jauh dari perdamaian dunia. Konflik Palestina dan Israel adalah fakta menunjukkan kepada dunia bahwa Dewan Keamanan PBB telah gagal menyelesaikan konflik wilayah kedua negara karena intervensi negara adidaya AS. Demikian halnya, negara di Timur Tengah juga tidak pernah menunjukkan arah kesatuan yang bulat untuk melihat perdamaian harus segera terjadi.

Tombol perang dunia ke-III telah dinyalakan sebagai babak baru menuju perang nuklir yang mematikan bagi negara adidaya AS, Rusia dan Cina. Gejala dunia diambang perang besar sudah terlihat ketika perang dingin ke-II oleh AS dan Rusia-Cina ditunjukkan dengan persaingan teknologi super komputer, robot, kecerdasan buatan, dan alat perang super canggih sehingga tercipta multipolar. Kondisi polarisasi perebutan pengaruh kekuasaan telah bergeser dari bipolar ke multipolar.

Rusia telah memulai memanaskan mesin perangnya di kawasan Eropa Timur, konflik Rusia dan Ukraina telah memasuki lima tahun tanpa penghujung solusi perdamaian kedua negara. Kemampuan logisitk perang dan ketahanan perang berkepanjangan yang dimiliki oleh Rusia menunjukkan kemampuan super power dunia yang masih eksis sampai saat ini berdampak pada citra positif bagi Rusia, sehingga semua negara di dunia semakin yakin bahwa Rusia tetap merupakan negara super power yang sejajar dengan AS. Tensi Politik dan Keamanan Kawasan Eropa Barat dan Timur memanas menimbulkan kekhawatiran bahwa perang dunia ke-III semakin dekat. Motif perang Rusia-Ukraina berbeda dengan perang AS-Israel melawan Iran. Perang Rusia-Ukraina sangat jelas bahwa Rusia hanya ingin agar bekas pecahan Uni Soviet tidak boleh masuk NATO dan hingga saat ini NATO yang di dalamnya juga terdapat AS, belum berani secara nyata perang terbuka melawan Rusia, NATO hanya secara diam-diam memberikan bantuan kepada Ukraina, karena ketakutan NATO kepada Rusia yang memiliki senjata nuklir terbaik di dunia dalam hal kecanggihan dan kecepatannya belum mampu disaingi oleh AS dan sekutunya.

Ketegangan politik dan keamanan di Asia Timur juga terjadi dimana Cina yang dikabarkan membangun pangkalan militer di laut cina selatan, isu penyatuan Cina-Taiwan, dan gesekan pengaruh dengan Jepang. Kebangkitan Cina menjadi negara menuju kekuatan utama dunia sejajar dengan AS dan Rusia tidak dapat dipungkiri dengan inovasi teknologi super komputer, kecerdasan buatan, robotik, hingga industri militernya menjadikan Cina sangat patut diperhitungkan. Banyak isu kawasan di Asia Timur juga sangat sensitif, jika diperhatikan masalah laut cina selatan mengalami penurunan tensi, namun perang Cina-Taiwan juga akan menarik untuk disaksikan masyarakat dunia, isu penyatuan Cina daratan dengan Taiwan akan memaksa AS masuk dalam perang terbuka dengan Cina, mengingat di Taiwan terdapat industri teknologi super komputer dan chip terbaik di dunia bernama TSMC yang didirikan oleh Morris Chang pada tahun 1987 di Taiwan dan telah bermitra dengan perusahaan milik AS, bahkan Apple dan Nvidia sangat bergantung kepada TSMC dalam memproduksi chipnya untuk kepentingan salah satunya industri militer AS. Cina sangat ingin menguasai Taiwan karena industri sensitif ini dan AS pun berpikir untuk menekan Taiwan memindahkan pabrik chip nya ke AS.

Gesekan Cina dengan Jepang juga akhir-akhir ini mencuat dimana Jepang telah meninggalkan doktrin militernya dari keamanan menuju pertahanan bahkan ofensif jika diperlukan. AS sepertinya mengijinkan Jepang menaikkan anggaran militernya demi menghadapi pengaruh Cina termasuk kemungkinan melawan Korea Utara. Cina termasuk Rusia tentu mulai khawatir dengan peningkatan militer Jepang mengingat Jepang sangat hebat dalam teknologi komputer dan robotik, dapat dikatakan Jepang adalah penghasil teknologi yang presisi, modern, dan berdaya tahan tinggi sehingga dipercaya oleh masyarakat dunia karena kualitas produknya. AS mendukung peningkatan kekuatan militer Jepang agar bersama Korea Selatan, mampu menjadi perisai AS dalam menghadapi ancaman Rusia, Cina dan Korea Utara, serangan langsung ke daratan AS akan terhalang dengan besarnya proxy militer yang AS telah bangun demi kepentingan keamanan nasionalnya.

Perang Iran melawan AS-Israel telah dimulai secara terbuka, kubu AS-Israel telah menyiapkan serangan besar-besaran ditandai dengan kehadiran armada kapal induk AS di kawasan teluk demi menekan Iran untuk menghentikan program nuklirnya. Memperhatikan perang dingin yang terjadi berawal dari konflik Rusia-Ukraina, AS sepertinya melakukan kalkulasi ulang menyaksikan kehebatan teknologi Rusia melawan Ukraina, artinya bahwa AS telah tertinggal dari Rusia dalam melakukan uji coba senjata militernya dalam perang sesungguhnya, Rusia akan semakin maju tanpa saingan karena telah menguji seluruh kemampuan teknologi militernya, mulai dari pesawat siluman, rudal hipersonik, bahkan yang terpenting adalah kemampuan radar dalam mendeteksi serangan musuh. Ukraina banyak menggunakan alat senjata dari NATO dan alat itu banyak yang rontok di medan perang melawan Rusia, artinya sangat berbahaya melawan Rusia dengan kemampuan seperti itu, sehingga NATO harus berpikir ulang dan sebaiknya membuka dialog jalur diplomasi dengan Rusia. Rusia juga semakin kuat karena adanya aliansi Rusia, Cina, Iran, dan Korea Utara dalam hal dukungan logistik dan teknologi militer.

Bagi AS ini menjadi sangat bahaya sehingga perang dingin tidak dapat dihindari lagi, pengaruh Rusia dan Cina harus segera dihentikan hingga hal ini akhirnya membawa AS harus mempunyai medan tempur baru untuk menguji kemampuan militernya sebagaimana Rusia telah melakukannya di Ukraina. Bermula di Venezuela, pengaruh Rusia dan Cina harus dihentikan, AS memiliki senjata militer terkuat di dunia, namun harus diuji apakah masih cukup mampu menghadapi senjata Rusia dan Cina. Hal ini terjadi karena AS semakin khawatir selama ini merasa bahwa teknologi militernya masih terbaik di dunia, tapi fakta menunjukkan Iron Dome Israel tembus tidak mampu menghadapi teknologi rudal Iran. Artinya Rudal Patriot AS kesulitan menghalau Rudal Iran, ada ketertinggalan teknologi yang terjadi di lapangan. Ini sangat berbahaya.

Selain itu, Rusia dan Cina juga mempunyai kepentingan besar kepada sekutunya di Iran, Cina yang tidak punya arena perang terbuka dan masih malu-malu melakukannya di Asia Timur, harus bisa menguji dulu kemampuan senjatanya. Dalam parade militer Cina telah dipertontonkan rudal balistik antar benua, radar super canggih, pesawat siluman, namun ini harus dibuktikan kemampuannya dalam menghadapi senjata AS, NATO dan Israel sebelum melakukan invasi ke Taiwan. Hal ini lah yang diberitakan dari berbagai media bahwa Cina telah mengirimkan paket militer ke Iran, bahkan diberitakan Iran telah membeli rudal penghancur kapal induk. Semua paket senjata ini harus teruji di medan perang.

Sangat berbahaya bagi keamanan internasional, jika Cina menggunakan momentum ini, sebagaimana Jepang telah melakukannya ketika menyerang pangkalan militer AS di Hawai, Pearl Harbor, maka menginvasi Taiwan akan membuka perang di front timur, AS akan kehabisan “napas” menghadapi Cina. Bahkan momentum ini sekaligus memantik Korea Utara juga menginvasi Korea Selatan. Sementara Rusia di Eropa Timur akan segera menundukkan Ukraina, merebut dan menggulingkan pemerintahan yang berkuasa saat ini.

AS dan Israel telah memancing api yang sangat berbahaya bagi seluruh masyarakat dunia yang mencintai perdamaian dunia. AS akan menghadapi pertempuran di semua kawasan sehingga akan semakin membahayakan keadaan ekonomi dalam negerinya, perang akan menghabiskan banyak uang dan membawanya kepada krisis ekonomi semakin berkepanjangan.

Hukum Internasional telah diabaikan, Israel dan sekutunya AS telah memulai menyerang Iran dengan dalil keamanan internasionalnya, disisi lain Palestina tetap menjadi korban yang terabaikan. Kejadian ini sesungguhnya telah membawa perang dingin ke-II menuju perang dunia ke-III. Tatanan global telah runtuh, PBB telah diabaikan karena negara pemilik hak veto saat ini tidak dapat lagi duduk bersama mewujudkan keamanan dunia, perlombaan senjata untuk perebutan pengaruh politik dan pasar senjata ke kawasan sudah tercabik-cabik. AS memang harus menempuh jalur ini mengingat kekuatan poros Rusia, Cina, Iran dan Korea Utara semakin kuat, sementara sekutu AS yaitu NATO mengalami kemunduran karena hantaman krisis ekonomi yang melanda Eropa Barat.

Perang dunia ke-III, bukan hanya terjadi karena konflik senjata yang menghancurkan infrastruktur, tetapi juga berdampak pada kesehatan ekonomi dunia yang saat ini mengalami kehancuran akibat serangan Virus Covid 19 lalu, dunia belum pulih karena wabah, ekonomi belum stabil dan terjadi lagi perang di Timur Tengah yang akan berdampak pada melambungnya harga minyak dunia. Harapan masyarakat dunia, tatanan global harus bisa didudukkan kembali demi kepentingan bersama, PBB telah diabaikan sebagaimana sejarah pernah mencatat Liga Bangsa Bangsa telah gagal menjaga perdamaian hingga akhirnya dibentuklah PBB.

Harapan masyarakat dunia, negara-negara harus bisa hidup berdampingan secara damai, perlombaan pengaruh politik dan militer hanya akan membawa dunia terbelah, tatanan hidup bersama harus bisa dicapai dengan menjunjung tinggi kemerdekaan negara berdaulat, penghargaan pada HAM dengan tidak ada lagi genosida dari bangsa lain. Bumi ini harus dijaga bersama, masih banyak yang dapat dilakukan oleh negara bangsa secara bersama-sama, misalnya melakukan eksplorasi dibawah laut, begitu banyak misteri yang belum terungkap dilaut bebas. Pengembangan ilmu pengetahuan bersama harusnya ke arah eksplorasi bawah laut yang masih misteri, luar angkasa, dan ancaman virus penyakit mematikan.

Saya selaku penulis mempunyai harapan yang sangat besar bagi bangsa Iran. Iran adalah bangsa yang memiliki kemerdekaan untuk berdaulat. Bangsa Iran adalah salah satu bangsa yang hebat dengan kemajuan teknologinya saat ini. Bangsa Iran sudah terkenal dan tangguh sejak jaman klasik sebelum masehi. Bangsa Iran tidak boleh dihapus dari peta bumi ini karena bangsa Iran juga telah banyak menyumbangkan kemajuan bagi bangsa lainnya di bumi ini. 

Ketangguhan bangsa Iran sejak jaman SM telah melewati banyak pertempuran misalnya melawan Kerajaan Yunani dan Romawi, hingga karya-karya hebat dari Iran Persia ketika memeluk islam, tokoh terkenal Ibnu Sina (980-1037M) pada masa keemasan islam menjadi pelopor kedokteran modern sehingga bergelar bapak kedokteran modern. Kita juga mengenal nama Al Khawarizmi, bapak Al Jabbar sebagai penemu ilmu matematika aljabar yang telah digunakan seluruh umat manusia saat ini. Semoga Iran kembali damai, Timur Tengah kembali damai dan stabil agar Tombol Perang Dunia ke-III, dapat dihentikan.

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT