Matakita.co, Sidrap — Tim dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) membekali siswa SMA Negeri 11 Sidenreng Rappang (Sidrap) dengan keterampilan kewirausahaan digital melalui pelatihan pembuatan konten dan branding produk.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 5–6 Mei 2026, tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UNM. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif, terutama untuk pemasaran dan pengembangan usaha.
Ketua tim pelaksana, Prof. Dr. Muhammad Rakib, S.Pd., M.Si., mengatakan pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai kewirausahaan digital, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan praktis dalam membangun dan mempromosikan sebuah produk.
Tim PKM UNM terdiri atas Prof. Muhammad Rakib bersama Yulnita Muchtar, S.Pd., M.Pd., Rezki Nurfadillah T., S.E., M.Pd., Rahmat Hidayat, S.Pd., M.Pd., dan Utiana Usman, S.T., M.B.A.
Materi yang diberikan meliputi konsep kewirausahaan digital, strategi branding produk, teknik pembuatan konten promosi, pemanfaatan media sosial, serta dasar-dasar desain visual dan komunikasi pemasaran.
Siswa Praktik Membuat Konten Promosi
Pelatihan dirancang dengan pendekatan learning by doing. Setelah memperoleh materi, siswa langsung mempraktikkan keterampilan yang dipelajari dengan membuat poster promosi, desain logo, konten media sosial, caption pemasaran, hingga video promosi sederhana.
Perangkat dan aplikasi digital yang tersedia dimanfaatkan untuk membantu siswa menghasilkan konten yang dapat digunakan dalam kegiatan pemasaran produk.
Selain membuat konten, peserta mendapat pendampingan untuk membangun identitas sebuah produk. Mereka diarahkan menentukan nama usaha, merancang logo, memilih unsur visual, menyusun slogan, hingga mengembangkan konsep branding sesuai karakter produk.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa tidak sekadar memahami teori pemasaran digital, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam merancang strategi promosi.
Dari Pengguna Media Sosial Menjadi Kreator
Program ini berangkat dari tingginya penggunaan teknologi dan media sosial di kalangan pelajar. Namun, pemanfaatannya masih banyak berorientasi pada hiburan dan komunikasi.
Padahal, berbagai platform digital dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membuka peluang ekonomi.
Karena itu, siswa didorong untuk mengubah pola pemanfaatan media sosial dari sekadar pengguna menjadi kreator yang mampu menghasilkan konten bernilai produktif.
Melalui pelatihan tersebut, teknologi digital diperkenalkan bukan hanya sebagai sarana mengakses informasi dan hiburan, tetapi juga sebagai instrumen untuk membangun produk, melakukan promosi, dan mengembangkan usaha.
Dorong Lahirnya Wirausaha Muda
Tim PKM UNM mencatat adanya perkembangan kemampuan peserta setelah mengikuti pelatihan. Siswa mulai mampu membuat media promosi digital secara mandiri serta memahami pentingnya identitas produk dalam kegiatan pemasaran.
Kemampuan yang dikembangkan antara lain membuat poster dan video promosi, merancang logo dan identitas produk, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran.
Selain keterampilan teknis, pelatihan juga diarahkan untuk meningkatkan kreativitas dan minat siswa terhadap kewirausahaan digital.
Antusiasme peserta menjadi salah satu faktor yang mendukung pelaksanaan kegiatan. Metode praktik langsung dan pendampingan selama proses pembuatan konten dinilai membuat materi lebih mudah diterapkan oleh siswa.
Tim PKM UNM berharap keterampilan tersebut terus dikembangkan setelah pelatihan selesai. Para siswa didorong memanfaatkan media sosial secara produktif untuk mempromosikan produk maupun merintis usaha.
Pihak sekolah juga diharapkan dapat memperkuat pengembangan kewirausahaan digital melalui kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler sehingga terbentuk ekosistem kewirausahaan digital di lingkungan sekolah.
Dengan langkah tersebut, pelatihan tidak hanya menghasilkan kemampuan membuat konten dan branding produk, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan generasi muda yang kreatif, inovatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menciptakan peluang ekonomi.








































