Beranda Kampus Dubes Inggris di Unhas Tekankan Pentingnya SDM untuk Pengembangan Ekonomi Hijau

Dubes Inggris di Unhas Tekankan Pentingnya SDM untuk Pengembangan Ekonomi Hijau

0

MataKita.co, Makassar — Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Dominic Jermey, menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam mendorong transisi menuju ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam menghasilkan inovasi dan menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan perubahan iklim.

Hal tersebut disampaikan Dominic dalam kuliah umum bertajuk “Green Economy and Low Carbon Growth: The UK and Indonesia’s Shared Agenda for the Future” di Ruang Senat Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Senin (19/10/2026).

Menurut Dominic, perubahan iklim dan pembangunan ekonomi merupakan dua persoalan yang saling berkaitan. Kebijakan ekonomi dapat memengaruhi kondisi lingkungan, sementara dampak perubahan iklim juga berpotensi mengganggu keberlanjutan aktivitas ekonomi.

Karena itu, upaya mengurangi emisi karbon perlu diikuti dengan penguatan kapasitas manusia, pengembangan teknologi, dan keterlibatan masyarakat.

“Kita tidak dapat mengatasi perubahan iklim tanpa mengembangkan sumber daya manusia. Kita membutuhkan orang-orang yang mampu menghasilkan gagasan dan teknologi baru, membangun usaha, serta mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan,” ujar Dominic.

Ia mengatakan, transisi menuju ekonomi rendah karbon tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Dukungan masyarakat, termasuk generasi muda, menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan yang berkelanjutan.

Dominic pun mengajak mahasiswa untuk mengambil peran sesuai bidang keilmuan masing-masing dalam menjawab tantangan perubahan iklim.

“Kalian tidak harus memiliki semua jawaban dan tidak perlu menjadi ilmuwan iklim. Namun, yang paling utama adalah memiliki kemauan untuk membawa perubahan,” katanya.

Menurut Dominic, perguruan tinggi merupakan tempat strategis untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi yang dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Ia juga menyinggung Stern Review, kajian ekonomi perubahan iklim yang diterbitkan di Inggris pada 2006. Kajian tersebut menunjukkan pentingnya mempertimbangkan risiko perubahan iklim dalam pengambilan kebijakan ekonomi.

“Perubahan iklim tidak dapat dipisahkan dari pembangunan ekonomi. Pilihan yang kita ambil dalam mengelola perekonomian akan memengaruhi kondisi iklim kita. Sebaliknya, perubahan iklim juga akan memengaruhi perekonomian,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menegaskan komitmen universitas untuk memperluas kerja sama internasional, khususnya dengan berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Inggris.

Menurut Jamaluddin, kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi Unhas, tetapi juga memperkuat kapasitas perguruan tinggi di kawasan Indonesia Timur.

Unhas memiliki peran strategis dalam penguatan jejaring akademik melalui Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Indonesia Timur.

“Kami berharap kunjungan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi Unhas, tetapi juga untuk kawasan Indonesia Timur secara keseluruhan. Kami ingin semakin banyak kerja sama dengan berbagai institusi di Inggris yang dapat membuka peluang dan memberikan manfaat nyata bagi perguruan tinggi di kawasan ini,” ujar Jamaluddin, yang akrab disapa Prof JJ.

Ia juga berharap fasilitas yang dikembangkan melalui proyek Low Carbon Development Initiative–Innovation and Technology Fund (LCDI-ITF), dengan dukungan Pemerintah Inggris, dapat segera rampung dan beroperasi.

Fasilitas tersebut diharapkan menjadi contoh penerapan inovasi rendah karbon yang dapat dikembangkan di Makassar, Sulawesi Selatan, maupun daerah lain di Indonesia.

Kuliah umum yang diikuti lebih dari 200 peserta itu diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama mahasiswa. Kegiatan berlangsung hingga pukul 11.30 Wita.

Facebook Comments Box