Beranda Kampus UMGO Gerakkan Mahasiswa Wujudkan Bank Sampah Kampus melalui KKD Mandiri

UMGO Gerakkan Mahasiswa Wujudkan Bank Sampah Kampus melalui KKD Mandiri

0

MataKita.co, Gorontalo – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) terus memperkuat komitmen mewujudkan kampus ramah lingkungan melalui Pembekalan Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Mandiri Angkatan 4 bertema “UMGO Green Innovation: Dari Aksi Nyata Menuju Inovasi Pengelolaan Sampah Kampus Berkelanjutan”.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (15–16 Oktober 2026), bertempat di Aula Lantai II Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMGO.

Pembekalan ini menjadi kelanjutan inovasi KKD Mandiri Angkatan 3 sekaligus langkah strategis untuk mengembangkan pengelolaan sampah yang lebih terarah dan berkelanjutan di lingkungan kampus.

Ketua LPPM UMGO, Indri Afriani Yasin, S.Pi., M.Agr., Ph.D., menyampaikan bahwa UMGO telah mengusung konsep green campus sejak 2021. Komitmen tersebut terus diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan BPDAS, untuk mendorong kegiatan kampus yang ramah lingkungan.

Menurutnya, KKD Mandiri Angkatan 4 diarahkan untuk melanjutkan inovasi sebelumnya, termasuk pembuatan tempat sampah berbahan plastik, sekaligus membangun kesadaran warga kampus agar membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya.

“Ini ikhtiar kita bersama untuk membudayakan perilaku membuang sampah pada tempatnya dan mengambil peran dalam mengedukasi warga kampus agar lebih peduli terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, salah satu target besar yang ingin diwujudkan adalah keberadaan bank sampah kampus. Untuk mendukung upaya tersebut, LPPM UMGO secara khusus mengundang Tangidaa Group sebagai mitra kampus dalam pengembangan inovasi pengelolaan sampah.

“Kami punya mimpi besar UMGO memiliki bank sampah dan memastikan kampus tidak menjadi penyumbang sampah terbesar. Kami berharap semua pihak dapat membantu agar cita-cita ini terwujud bersama,” tambahnya.

Pelaksanaan KKD Mandiri dijadwalkan berlangsung setiap Jumat dan Sabtu. Karena itu, peserta diharapkan menjaga koordinasi dan membangun kerja sama agar program yang dijalankan menghasilkan manfaat nyata serta dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Rektor I UMGO, Dr. Muh. Firyal Akbar, menilai tema Green Innovation sangat relevan dengan kondisi lingkungan yang dihadapi masyarakat Gorontalo, termasuk persoalan kabut asap. Menurutnya, perguruan tinggi perlu mengambil peran melalui aksi nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah di kampus harus terus dilanjutkan dan diperkuat dengan keterlibatan seluruh unsur sivitas akademika. Upaya membangun kampus hijau tidak cukup hanya melalui imbauan, tetapi perlu diwujudkan melalui program dan kebiasaan yang konsisten.

Dalam pembekalan tersebut, Firyal juga menyampaikan materi mengenai model-model pemberdayaan berbasis KKD.
Materi ini diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk merancang kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan serta menghasilkan inovasi yang bermanfaat.

Melalui KKD Mandiri Angkatan 4, UMGO berharap mahasiswa dapat menjadi penggerak perubahan dalam membangun budaya peduli lingkungan, mulai dari membiasakan pemilahan dan pembuangan sampah yang benar hingga mendukung pengembangan bank sampah kampus.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UMGO memperkuat identitas green campus melalui kolaborasi, pemberdayaan mahasiswa, dan inovasi pengelolaan sampah demi lingkungan kampus yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box