Beranda Kampus Laboratorium Penyuluhan dan Sosiologi Peternakan Unhas Gelar Praktek Lapang dan Pengabdian Masyarakat...

Laboratorium Penyuluhan dan Sosiologi Peternakan Unhas Gelar Praktek Lapang dan Pengabdian Masyarakat di Takalar

0

Matakita.co, Takalar — Laboratorium Penyuluhan dan Sosiologi Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, melaksanakan kegiatan Praktek Lapang dan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Banggae dan Desa Topejawa, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 21–23 November 2025, dengan fokus pada peningkatan kualitas pakan ternak serta penguatan hubungan akademik antara kampus dan masyarakat desa.

Pemerintah Desa Sambut Kehadiran Mahasiswa

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pemerintah desa. Kepala Desa Topejawa, Arman S.I.P. Dg Siantang, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya desanya sebagai lokasi pelaksanaan praktek lapang.

“Kami sangat berterima kasih kepada Fakultas Peternakan Unhas beserta dosen pendamping yang telah menjadikan desa kami sebagai lokus kegiatan. Kehadiran mahasiswa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Banggae, Faisal S.Pd. Dg Sibali, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kesinambungan kolaborasi yang baik antara pemerintah desa dan pihak kampus.

“Ini adalah kedua kalinya Praktek Lapang Sosiologi Peternakan Unhas dilaksanakan selama masa jabatan saya. Pemerintah desa dan masyarakat memberikan respons positif. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan desa kami dapat menjadi desa binaan Unhas,” tuturnya.

Distribusi 2.000 Stek Pakchong untuk Pengembangan Pakan Ternak

Salah satu inovasi utama dalam kegiatan pengabdian ini adalah pembagian 2.000 stek rumput gajah varietas Pakchong, varietas unggulan dengan kandungan protein kasar hingga 18 persen dan pertumbuhan dua kali lebih cepat dibandingkan rumput gajah konvensional. Rumput Pakchong dipanen pada umur ideal 45 hari, ketika kandungan proteinnya berada pada tingkat optimal.

Meskipun sudah mulai dikenal di Indonesia, penyebaran varietas ini belum merata. Kehadiran mahasiswa dan dosen di Banggae dan Topejawa menjadi langkah awal memperkenalkan bibit unggulan tersebut ke wilayah yang sebelumnya belum tersentuh pengembangannya.

Salah satu pendamping kegiatan, Ilham, menyampaikan harapannya:

“Kami berharap bibit Pakchong dapat tumbuh dengan baik dan menyebar di kalangan peternak. Jika hasilnya melimpah, kami siap kembali dengan inovasi lanjutan dalam pengolahan pakan,” ujarnya.

Dosen dan Asisten Berpengalaman Mendampingi Kegiatan

Kegiatan ini didampingi langsung oleh dosen sesuai Surat Tugas Fakultas Peternakan Nomor 05590/UN4.1.18/HM.01.01/2025. Para dosen pendamping meliputi:

  • Dr. Ir. A. Amidah Amrawaty, S.Pt., M.Si., IPM.
  • Dr. Ir. Agustina Abdullah, S.Pt., M.Si., IPM., ASEAN Eng.
  • Ilham Syarif, S.Pt., M.Si.

Selain dosen, kegiatan ini didukung oleh 21 asisten laboratorium, termasuk Muhammad Aqil Muzham Rustan, Indriani Sajidah Amir, Muhammad Fadlillah Ramadhan, Ari Agiansya, Try Yudhoyono Rora, Maghfira Shafanissa Maurani, Mohammad Arqam Putra Suyuti, dan lainnya yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.

192 Mahasiswa Terjun Langsung di Lapangan

Sebanyak 192 mahasiswa turut terlibat dalam kegiatan ini. Mereka ditempatkan di sejumlah dusun di dua desa untuk melaksanakan berbagai aktivitas lapangan, seperti observasi sosial, pendataan peternak, pemetaan kebutuhan pakan, hingga membantu penanaman bibit Pakchong.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan solusi terhadap persoalan klasik peternak, terutama terkait kebutuhan pakan hijauan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Harapan Berkelanjutan untuk Desa Binaan

Melalui kegiatan ini, Fakultas Peternakan Unhas menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan peternakan di wilayah pedesaan. Selain memberi manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan praktek lapang ini juga memperkuat hubungan akademik antara kampus dan pemerintah desa.

Pemerintah desa, dosen pendamping, dan mahasiswa sepakat bahwa kegiatan pengabdian seperti ini perlu terus dikembangkan, termasuk rencana menjadikan Desa Topejawa sebagai desa binaan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin di masa mendatang.

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT