Matakita.co, Makassar — Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi membuka kegiatan pembekalan Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK), sebuah program magang wajib berbobot hingga 20 SKS yang dirancang untuk memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Acara berlangsung di Aula Fapet Unhas dan dibuka oleh Dekan Fakultas Peternakan, Prof. Dr. Ir. Syahdar Baba, S.Pt., M.Si. (10/12/2025)
Sebanyak 293 mahasiswa dari Fakultas Peternakan (Fapet), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta lima mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) akan mengikuti program ini. MKPK merupakan tahap strategis untuk memenuhi kebutuhan kompetensi praktikal sebelum mahasiswa menyelesaikan studi S1.
Kebijakan Magang 20 SKS sebagai Langkah Visioner
Dalam sambutannya, Prof. Syahdar menekankan bahwa tantangan dunia kerja menuntut lulusan yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga terampil dan adaptif. Ia menyebut bahwa kurikulum saintifik yang berlaku saat ini lebih menonjolkan sisi teoritik, sehingga perlu diperkuat dengan pengalaman lapangan.
“Ini adalah kebijakan jangka panjang Unhas untuk memastikan lulusan kami kompetitif. Alumni S1 harus siap kerja, siap berwirausaha, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Prof. Syahdar.
Ia juga mendorong mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan magang secara optimal.
“Manfaatkan setiap momen untuk belajar, berjejaring, dan mengasah keterampilan yang tidak didapatkan sepenuhnya di kelas,” pesannya.
Magang di Desa dan Industri Selama Dua Bulan
Pelaksanaan MKPK dijadwalkan berlangsung 15 Desember 2025 hingga Februari 2026. Mahasiswa akan diterjunkan langsung ke desa-desa serta industri mitra Unhas, memberikan pengalaman kerja nyata yang relevan dengan kebutuhan profesional.
Program magang 20 SKS ini bersifat fleksibel, memungkinkan mahasiswa mengambil beban 2, 4, 6, 8, 10, 12 hingga 20 SKS, bergantung pada jumlah jam aktivitas yang ditempuh.
Ketua Panitia Adhock MKPK-BKP Magang Industri/Studi Independen, Prof. Dr. Ir. Nahariah, S.Pt., M.P., IPM, ASEAN Eng, mengungkapkan bahwa beberapa desa di Sulawesi Selatan telah ditetapkan sebagai lokus pengabdian, di antaranya Kabupaten Luwu Timur, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Barru.
Untuk magang industri, mahasiswa akan disebar ke 37 perusahaan mitra.
Hadir Sejumlah Pimpinan Fakultas dan Dosen
Kegiatan pembekalan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan dosen, antara lain:
- Dr. Ir. A. Amidah Amrawaty, S.Pt., M.Si., IPM – Wakil Dekan II
- Dr.Agr. Ir. Renny Fatmyah Utamy, S.Pt., M.Agr., IPM – Ketua Prodi Peternakan S1
- Prof. Dr. Hastang, M.Si.
- Dr. Muhammad Hatta, S.Pt., M.Si.
- Dr. Alim Yamin, S.Pt., M.Si.
- Ilham Syarif, S.Pt., M.Si.
- Isma Ulfiyah Aziz, S.Pt., M.Si.
- Aulia Uswa, S.Pt., M.Si.
Beserta sejumlah tenaga kependidikan yang mendukung kelancaran administrasi program.
Komitmen Unhas Mencetak Lulusan Siap Kerja
Program MKPK merupakan salah satu strategi Unhas untuk menjawab kebutuhan kompetensi masa kini. Melalui kombinasi praktik di desa dan industri, mahasiswa diharapkan mampu melakukan transfer ilmu, memecahkan persoalan nyata, serta memperoleh pengalaman profesional yang relevan.
Kebijakan wajib magang ini menegaskan komitmen Unhas untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan dunia kerja dan kewirausahaan.






































