MataKita.co, Pangkep – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pangkep mengumumkan temuan serius setelah hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) menunjukkan adanya kontaminasi bakteri jenis Escherichia coli (E. coli) pada sampel air dan makanan dari SPPG 02 Labakkang. Temuan ini sekaligus menjadi dasar penghentian sementara operasional dapur MBG tersebut.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pangkep, dr. Muhammad Ishak, menyampaikan bahwa pemeriksaan laboratorium memastikan air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan positif terkontaminasi.
“Hasil sampel uji air terbukti mengandung bakteri E. coli. Bahkan beberapa sampel makanan juga menunjukkan adanya bakteri tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa komposisi bakteri yang ditemukan pada air menunjukkan dugaan kuat bahwa sumber kontaminasi berasal dari air bersih yang digunakan sehari-hari. Sumber air tersebut diketahui berasal dari jaringan PDAM.
“Kami melihat proporsi jumlah bakterinya. Indikasinya paling mendukung bahwa masalah berasal dari sumber air PDAM yang dipakai. Karena itu air harus diolah kembali menggunakan filter,” katanya.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya proses pencucian bahan makanan secara benar sebelum diolah. Standar kebersihan ini, menurutnya, wajib diterapkan agar tidak terjadi kontaminasi silang yang dapat membahayakan konsumen.
“Termasuk proses cuci bersihnya harus diperbaiki. Air yang digunakan untuk mencuci bahan baku harus benar-benar aman,” tambahnya.
Labkesda mengambil empat jenis sampel makanan, yaitu nasi putih, ayam woku, tahu kecap, dan tumis wortel–sawi putih.
“Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel tersebut terkontaminasi bakteri dalam tingkat signifikan pada tempe kecap dan sayurnya,” ungkapnya.
Sebagai langkah tegas, Dinkes Pangkep menghentikan sementara seluruh operasional dapur MBG tersebut yang telah menyebabkan 74 pelajar keracunan.
“Penghentian dilakukan hingga proses pembenahan sanitasi selesai dan uji sampel ulang menunjukkan hasil yang memenuhi standar kelayakan. Jika sudah layak barulah izin operasional diterbitkan kembali,” tegasnya.
pihaknya juga memastikan bahwa seluruh pelajar yang sebelumnya terdampak atau mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan dari tempat tersebut telah dipulangkan ke rumah masing-masing dari PKM yang merawat.
“Per hari ini kita cek sudah dipulangkan semua siswa dari PKM,” imbuhnya saat ditemui di ruang kerjanya Kantor Dinkes Pangkep. Kamis, (11/12/2025).






































