Beranda Kampus Mahasiswa KKNT Unhas Edukasi Bahasa Mandarin dan Pencegahan Kekerasan Seksual di SD...

Mahasiswa KKNT Unhas Edukasi Bahasa Mandarin dan Pencegahan Kekerasan Seksual di SD Negeri 37 Parasangang Beru

0

Matakica.co, Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja CERDAS (Ceria Edukatif untuk Anak Sekolah) di SD Negeri 37 Parasangang Beru, Desa Bonto Karaeng, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada pagi hari ini dibagi ke dalam dua sesi, yakni pukul 08.00–09.00 WITA dan 10.00–11.00 WITA. Program CERDAS dirancang sebagai bentuk pendampingan belajar untuk menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, serta mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Mahasiswa KKNT menilai bahwa pendidikan merupakan aspek fundamental dalam membentuk pengetahuan, keterampilan, dan karakter anak sejak dini. Namun demikian, proses pembelajaran di sekolah masih memerlukan dukungan kegiatan tambahan agar tidak bersifat monoton dan tetap mampu meningkatkan minat serta pemahaman belajar siswa.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKNT membawakan dua materi utama, yaitu pengenalan Bahasa Mandarin dasar dan edukasi pencegahan kekerasan seksual sejak dini. Materi Bahasa Mandarin disampaikan kepada siswa kelas VI dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang oleh Fazirah Ismail. 

Ia menjelaskan bahwa pengenalan Bahasa Mandarin sejak dini bertujuan menumbuhkan minat siswa terhadap bahasa asing melalui metode pembelajaran yang sederhana dan menyenangkan. 

“Kami mencoba mengenalkan Bahasa Mandarin dasar dengan cara yang mudah dipahami anak-anak, seperti melalui permainan angka dan perkenalan diri, agar mereka tidak merasa kesulitan dan tetap antusias belajar,” ujarnya.

Sementara itu, materi pencegahan kekerasan seksual dilaksanakan di ruang kelas V dengan menggabungkan siswa kelas IV dan V, dengan total peserta sekitar 30 siswa. Materi tersebut disampaikan oleh Avril Alexandra Rombe, yang menekankan pentingnya pemahaman anak sejak dini mengenai bagian tubuh yang bersifat privat serta keberanian untuk berkata tidak dan melapor apabila mengalami tindakan yang tidak pantas.

Penyampaian materi dilakukan oleh mahasiswa sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing, sehingga proses pembelajaran berlangsung terarah dan sesuai dengan konteks usia peserta didik. Selama kegiatan, siswa tampak antusias dan aktif, baik dalam menjawab pertanyaan maupun mengikuti instruksi yang diberikan.

Untuk meningkatkan pemahaman, mahasiswa KKNT juga mengajak siswa mengikuti berbagai permainan edukatif, seperti menyusun angka dalam Bahasa Mandarin serta latihan perkenalan diri sederhana. Pada sesi pencegahan kekerasan seksual, siswa menunjukkan pemahaman yang baik dalam mengenali bagian tubuh yang bersifat privat dan tidak boleh disentuh oleh orang lain.

Melalui program CERDAS ini, mahasiswa KKNT Gelombang 115 berharap dapat mendukung proses pembelajaran di tingkat sekolah dasar, menumbuhkan minat belajar melalui metode yang aktif dan menyenangkan, serta meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu-isu sosial penting, khususnya pencegahan kekerasan seksual pada anak.

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT