Beranda Lensa Evakuasi Jenazah di Puncak Bulusaraung Berjibaku dengan Tebing Maut dan Kabut Pekat

Evakuasi Jenazah di Puncak Bulusaraung Berjibaku dengan Tebing Maut dan Kabut Pekat

0

MataKita.co, Pangkep — Proses evakuasi jenazah di kawasan Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), berlangsung dalam situasi yang sangat berbahaya. Tim gabungan harus berjibaku dengan tebing maut sedalam ratusan meter, hujan deras, serta kabut pekat yang nyaris menutup seluruh pandangan.

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengungkapkan bahwa jenazah berada di posisi yang sangat sulit dijangkau, tepat di bawah tebing curam dengan kemiringan ekstrem.

“Posisinya berada di bawah tebing yang sangat curam, sekitar 200 meter. Medannya benar-benar ekstrem dan membutuhkan perjuangan yang luar biasa untuk bisa menaikkan jenazah,” kata Bangun Nawoko.

Ia menegaskan, kondisi cuaca memperparah situasi di lapangan. Hujan yang terus mengguyur kawasan pegunungan disertai kabut tebal membuat jarak pandang tim SAR menjadi sangat terbatas, bahkan di beberapa titik nyaris nol.

“Hujan dan kabut tebal sangat mengganggu visibilitas. Ini membuat setiap langkah harus dihitung dengan cermat karena risikonya sangat tinggi,” ujarnya.

Menurut Pangdam, proses evakuasi tidak hanya menguji kemampuan teknis tim, tetapi juga ketahanan fisik dan mental personel yang terlibat. Tim harus bekerja dalam kondisi licin, dingin, dan minim pandangan, sembari tetap mengutamakan keselamatan.

“Saat ini jenazah sudah berhasil dimasukkan ke dalam kantong jenazah. Namun perjuangan belum selesai, karena proses membawa jenazah naik ke titik aman masih berlangsung dan sangat berisiko,” jelasnya.

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT