Matakita.co, Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan pelatihan ecoprint pada totebag di Kelurahan Lajonga, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Jessica Sisilia Piter sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.
Pelatihan tersebut bertujuan memperkenalkan teknik pewarnaan kain ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan alami berupa daun dan bunga yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan masyarakat. Sasaran kegiatan meliputi ibu-ibu PKK dan anak-anak yang tinggal di wilayah Kelurahan Lajonga.
Ecoprint merupakan teknik mencetak motif alami pada kain dengan memanfaatkan pigmen tumbuhan. Berbeda dengan pewarna sintetis, metode ini tidak menghasilkan limbah berbahaya sehingga lebih aman bagi lingkungan. Totebag dipilih sebagai media karena memiliki nilai guna tinggi, mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari, serta berpotensi memiliki nilai ekonomis.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian ecoprint, pentingnya penggunaan produk ramah lingkungan, serta manfaat larutan tawas dalam proses perendaman kain agar warna lebih melekat dan tahan lama. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai jenis daun dan bunga lokal, seperti daun pepaya, daun singkong, serta tumbuhan liar yang tumbuh di sekitar desa.
Setelah sesi teori, peserta mengikuti praktik langsung, mulai dari penyusunan daun dan bunga di atas totebag, pelapisan menggunakan plastik bening agar motif tidak menempel pada alat, proses pemukulan menggunakan palu kayu, hingga tahap perendaman totebag dalam air bercampur larutan tawas.
Jessica Sisilia Piter menyampaikan bahwa kegiatan ini terinspirasi dari kondisi lingkungan Kelurahan Lajonga yang masih asri dan kaya akan tumbuhan.
“Saya melihat Lajonga memiliki lingkungan yang sangat alami dengan banyak daun dan bunga. Saya berharap ibu-ibu, adik-adik, dan masyarakat di sini dapat menyadari bahwa alam sekitar memiliki manfaat besar dan bisa diolah menjadi produk kreatif tanpa merusak lingkungan,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta mengungkapkan kesannya,
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, seru, dan unik. Kami baru mengetahui bahwa daun dan bunga di pekarangan rumah bisa dijadikan motif cantik pada tas, bahkan berpotensi untuk dijual.” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, peserta berhasil menghasilkan totebag ecoprint dengan beragam motif alami. Setiap produk memiliki karakter yang berbeda, tergantung jenis daun dan bunga serta teknik penataan masing-masing peserta. Keunikan inilah yang menjadi daya tarik utama produk ecoprint dibandingkan produk pabrikan yang bersifat seragam.
Kegiatan ecoprint ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kelurahan Lajonga terhadap pelestarian lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Dengan memanfaatkan bahan alami, masyarakat dapat mengurangi penggunaan pewarna kimia, menciptakan produk bernilai jual, serta mendukung gaya hidup berkelanjutan bagi generasi mendatang.






































