MataKita.co, Bantaeng – Mahasiswa KKNT Gelombang 115 Universitas Hasanuddin berhasil menyelenggarakan program kerja SIKOPDES (Sistem Pencatatan dan Pembukuan Koperasi Desa) dengan tema “Pendampingan Penerapan Sistem Pencatatan dan Pembukuan Laporan Keuangan Sederhana dalam Upaya Revitalisasi Fungsi Koperasi Desa” pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Bonto Karaeng, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, dan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WITA.
Program SIKOPDES dirancang sebagai respons atas kebutuhan peningkatan kapasitas kelembagaan koperasi desa, khususnya pada aspek tata kelola keuangan. Berdasarkan hasil observasi lapangan serta diskusi bersama aparat desa dan pengurus koperasi, ditemukan bahwa koperasi desa belum berjalan secara optimal. Permasalahan utama terletak pada sistem pencatatan dan pelaporan keuangan yang belum tertata dengan baik, serta keterbatasan pemahaman pengurus koperasi mengenai pembukuan yang sesuai dengan prinsip akuntansi koperasi. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas koperasi sebagai lembaga ekonomi masyarakat desa.
Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa KKNT memandang perlu adanya pendampingan teknis dalam penerapan sistem pencatatan dan pembukuan keuangan yang sederhana, mudah dipahami, namun tetap sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Program ini secara khusus menyasar pengurus koperasi desa serta anggota koperasi yang terlibat langsung dalam pengelolaan dan pengawasan keuangan, dengan tujuan mendorong terciptanya pengelolaan koperasi yang lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan.
Kegiatan SIKOPDES diikuti oleh enam orang pengurus koperasi desa.
Pelatihan ini dibawakan secara langsung oleh Aulia Syaikhatunnisa, mahasiswa KKNT Gelombang 115.
Dalam sesi pendampingan, Aulia menjelaskan dan mempraktikkan penggunaan sistem pembukuan yang telah dirancang oleh tim mahasiswa KKNT, sehingga pengurus koperasi diharapkan mampu mengoperasikan sistem tersebut secara mandiri. Sistem pembukuan yang diperkenalkan telah disesuaikan dengan standar akuntansi koperasi, namun tetap dirancang sederhana agar mudah diterapkan dalam konteks koperasi desa.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengajukan pertanyaan serta berdiskusi terkait penerapan sistem pembukuan yang dijelaskan.
Melalui pelaksanaan program SIKOPDES ini, Aulia selaku penginisiasi program kerja, berharap koperasi desa dapat memiliki sistem pencatatan dan pembukuan keuangan yang lebih baik, mencakup pencatatan buku kas masuk dan keluar, jurnal umum, buku besar, buku pembantu, serta penyusunan laporan keuangan sederhana.
Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam merevitalisasi fungsi koperasi desa sebagai lembaga ekonomi yang sehat, transparan, dan berdaya guna bagi masyarakat Desa Bonto Karaeng.






































