Matakita.co, Parepare – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 115 melaksanakan program pendampingan dan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Lemoe, Kota Parepare. (27/1/2025)
Program ini diinisiasi oleh Liony Evania, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, bersama tim mahasiswa KKN Gelombang 115 sebagai upaya mendorong percepatan transformasi digital di sektor UMKM tingkat kelurahan.
Liony Evania menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari hasil observasi lapangan yang menunjukkan masih minimnya penggunaan pembayaran digital oleh pelaku UMKM setempat.
“Sebagian besar pelaku UMKM di Kelurahan Lemoe masih menggunakan pembayaran tunai. Padahal, penggunaan QRIS dapat mempermudah transaksi dan membuka peluang pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Pendampingan dilakukan secara langsung dan bertahap, mulai dari persiapan dokumen, proses pendaftaran melalui penyedia jasa pembayaran, hingga aktivasi dan pencetakan kode QRIS yang siap digunakan oleh pelaku usaha.
Selain membantu proses pendaftaran, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi singkat mengenai penggunaan aplikasi merchant, tata cara menerima pembayaran non-tunai, serta pengelolaan riwayat transaksi. Aspek keamanan data dan kehati-hatian dalam bertransaksi digital turut menjadi bagian dari materi pendampingan.
Menurut Liony, pemahaman tersebut penting agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan QRIS secara optimal dan berkelanjutan.
“Kami tidak hanya membantu membuatkan QRIS, tetapi juga memastikan pelaku UMKM memahami cara penggunaannya agar bisa mandiri ke depannya,” katanya.
Antusiasme pelaku UMKM terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah seorang pelaku usaha di Kelurahan Lemoe mengaku terbantu dengan adanya pendampingan tersebut.
“Selama ini kami hanya terima pembayaran tunai. Dengan adanya QRIS, pelanggan jadi lebih mudah bayar dan kami juga merasa lebih praktis,” ungkapnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap penggunaan QRIS dapat meningkatkan efisiensi transaksi, profesionalisme usaha, serta memperluas jangkauan pasar UMKM di Kelurahan Lemoe. Program pendampingan QRIS ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital di tingkat lokal.






































