Matakita.co – Jakarta, Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra menjadi penanda penting dalam perjalanan politik partai tersebut. Akademisi dan praktisi kebijakan publik asal Sulawesi Selatan, Dr. Risa, menilai bahwa konsistensi elektoral Gerindra hingga kini tidak dapat dilepaskan dari resiliensi kepemimpinan Prabowo Subianto yang mampu menjaga arah, soliditas, dan daya tahan partai di tengah dinamika politik nasional.
Menurut Dr. Risa, perjalanan Gerindra sejak berdiri hingga memasuki usia ke-18 diwarnai oleh berbagai tantangan politik, baik dalam kontestasi pemilu maupun dalam proses adaptasi terhadap perubahan lanskap kekuasaan. Namun demikian, keberhasilan Gerindra untuk secara konsisten berada di jajaran tiga besar partai nasional mencerminkan adanya fondasi kepemimpinan yang relatif stabil dan adaptif.
“Resiliensi kepemimpinan Prabowo tercermin dari kemampuannya menjaga kohesi internal partai, merespons dinamika politik secara strategis, serta membangun visi jangka panjang yang relatif konsisten. Hal inilah yang menjadi modal penting bagi Gerindra dalam mempertahankan performa elektoralnya,” ujar Dr. Risa.
Ia menjelaskan bahwa dalam perspektif kebijakan publik dan kelembagaan politik, resiliensi kepemimpinan tidak semata dimaknai sebagai ketahanan menghadapi tekanan atau kegagalan, tetapi juga mencakup kemampuan belajar, beradaptasi, dan melakukan koreksi arah secara berkelanjutan. Dalam konteks ini, Gerindra dinilai mampu mempertahankan identitas politiknya sembari menyesuaikan diri dengan tuntutan dan aspirasi masyarakat.
Memasuki fase kedewasaan politik, Dr. Risa menilai ekspektasi publik terhadap Gerindra kini semakin tinggi, termasuk dari masyarakat di daerah. Masyarakat, menurutnya, tidak hanya menilai partai dari capaian elektoral, tetapi juga dari kemampuannya menerjemahkan kekuatan politik menjadi kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat dan penguatan tata kelola pemerintahan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Harapan masyarakat adalah agar posisi strategis Gerindra di pemerintahan dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan kebijakan yang inklusif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan publik,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peringatan HUT ke-18 Gerindra seharusnya dimaknai sebagai momentum refleksi kelembagaan. Penguatan kaderisasi, konsistensi agenda kerakyatan, serta komitmen terhadap akuntabilitas publik menjadi faktor kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan partai dalam jangka panjang.
Dr. Risa berharap Gerindra dapat terus mengelola kekuatan politiknya secara bertanggung jawab. Ia mendoakan agar setiap keputusan dan kebijakan yang lahir dari proses politik partai senantiasa dilandasi nilai keadilan, keberpihakan pada rakyat, serta komitmen terhadap kesejahteraan bersama, demi terwujudnya Indonesia yang stabil, inklusif, dan berkeadilan.***







































