Matakita.co, Parepare – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) di Kelurahan Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare. (8/2/2025)
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mendorong pemanfaatan lahan sempit sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.
Sosialisasi budikdamber dilaksanakan dengan pendampingan langsung Ketua RW 04 Kelurahan Watang Bacukiki, Arsyad. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh mahasiswa KKN, dilanjutkan pemaparan latar belakang serta tujuan program sebagai solusi sederhana dan aplikatif bagi masyarakat perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan konsep dasar budidaya ikan dalam ember sebagai metode yang relatif murah, mudah diterapkan, dan dapat dilakukan di lingkungan rumah tangga. Warga diberikan pemahaman mulai dari pemilihan jenis ikan, persiapan wadah dan media tanam, hingga teknik perawatan ikan serta tanaman yang dibudidayakan secara bersamaan.
Metode budikdamber diperkenalkan sebagai inovasi pertanian perkotaan yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu wadah. Pendekatan ini dinilai efisien dari segi ruang dan waktu, sekaligus mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri. Antusiasme warga terlihat dari diskusi yang berlangsung aktif, dengan berbagai pertanyaan seputar teknis pelaksanaan dan potensi hasil budidaya.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang merupakan kolaborasi dua program studi, yakni Agroteknologi dan Agribisnis. Andi Mallarangeng bersama Iklima berperan aktif dalam penyampaian materi sekaligus memberikan contoh penerapan budikdamber yang mudah dipraktikkan oleh warga.
Menurut Iklima, budikdamber menjadi solusi yang relevan bagi masyarakat perkotaan.
“Budidaya ini tidak memerlukan lahan yang luas, sehingga setiap rumah tangga bisa melakukannya di pekarangan rumah. Selain itu, perawatannya relatif mudah dan tidak membutuhkan biaya besar,” ujarnya.
Selain bernilai ekonomi, kegiatan ini juga mengandung edukasi lingkungan. Pemanfaatan ember dan barang bekas sebagai media budidaya dinilai mampu mengurangi limbah rumah tangga sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Ketua RW 04 Watang Bacukiki, Arsyad, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN tersebut.
“Kegiatan ini menjadi bentuk penghijauan sederhana dan pemanfaatan barang bekas agar tidak terbuang sia-sia, sekaligus memberi pengetahuan baru bagi warga,” ucapnya.
Melalui sosialisasi budikdamber ini, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Daerah Unhas berharap masyarakat Kelurahan Watang Bacukiki dapat menerapkan metode budidaya ini secara mandiri sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Program ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya inovasi sederhana berbasis potensi lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Interaksi dengan masyarakat memberikan pengalaman berharga dalam memahami kebutuhan warga serta menyesuaikan inovasi pertanian dengan kondisi sosial dan lingkungan setempat, sehingga program yang dijalankan lebih tepat guna dan berkelanjutan.







































