Beranda Kampus Seminar Akhir EBL, Mahasiswa Gizi Unhas Paparkan Temuan Gizi Masyarakat Pesisir Pangkep

Seminar Akhir EBL, Mahasiswa Gizi Unhas Paparkan Temuan Gizi Masyarakat Pesisir Pangkep

0

Matakita.co, Pangkep — Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin melaksanakan seminar akhir kegiatan Evidence Based Learning (EBL) 1 di Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan yang bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap kondisi kesehatan dan gizi masyarakat pesisir.

Seminar akhir tersebut merupakan tahapan awal sebelum mahasiswa melanjutkan ke fase berikutnya, yang akan difokuskan pada pengukuran serta pendampingan kelompok sasaran prioritas, yakni anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Selama kurang lebih dua minggu pelaksanaan EBL 1, mahasiswa melakukan pendataan, wawancara, serta observasi lingkungan secara langsung di tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibagi ke dalam 13 posko yang tersebar di sejumlah kelurahan dan desa di Kecamatan Labakkang. Salah satunya adalah Posko 9 yang berlokasi di Kelurahan Pundata Baji. Melalui pembagian posko ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami karakteristik dan permasalahan spesifik di masing-masing wilayah.

Berdasarkan hasil pendataan lapangan, mahasiswa menemukan sejumlah tantangan yang berkaitan dengan aspek gizi dan kesehatan lingkungan. Permasalahan kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah rumah tangga menjadi isu yang cukup menonjol dan memerlukan perhatian bersama. Temuan tersebut kemudian dipaparkan dan didiskusikan dalam seminar akhir sebagai dasar penyusunan rencana tindak lanjut pada tahap EBL berikutnya.

Salah satu mahasiswa peserta kegiatan, Warda, menyampaikan bahwa pengalaman turun langsung ke lapangan memberikan perspektif yang lebih nyata mengenai kondisi masyarakat.

“Melalui Evidence Based Learning, kami belajar melihat permasalahan gizi dan lingkungan secara langsung. Dengan begitu, solusi yang kami rancang ke depan diharapkan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga membentuk kepekaan sosial dan kemampuan komunikasi mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat.

Melalui pelaksanaan EBL ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat pesisir dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Program Evidence Based Learning menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam proses pembelajaran berbasis bukti sekaligus pengabdian kepada masyarakat, dengan harapan mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat.

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT