Beranda Kampus Sam Sangaji: MBG Adalah Pilar Fundamental Ekonomi.

Sam Sangaji: MBG Adalah Pilar Fundamental Ekonomi.

0

Matakita.co, Medan-Kemajuan teknologi dan perkembangan industrialisasi menjadi tolak ukur suatu negara maju, dalam hal penyediaan barang maupun jasa.” Hal ini di sampaikan Sam Sangaji di Medan Sumatra Utara, dalam agenda mensukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga plosok desa. (15/02/2026)

Dampak proyek strategis nasional ini betul-betul bermanfaat kepada kebutuhan dasar rakyat terutama dari pangan, pengentasan pengangguran, terutama pemenuhan gizi generasi penerus bangsa. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak bangsa dengan menekan angka stunting serta malnutrisi, khususnya pada anak-anak, ibu hamil, dan menyusui.

Program ini memberikan makanan seimbang untuk mendukung pertumbuhan fisik dan kognitif, meningkatkan konsentrasi belajar, serta meringankan beban ekonomi keluarga.

MBG adalah salah satu kebijakan pemerintah, yang sangat bermanfaat dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak bangsa. Dimana Program Makan Bergizi Gratis ini, langsung menyentuh hajat hidup orang banyak, terutama dari segi ekonomi.

Program Makan bergizi gratis (MBG) bertujuan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak bangsa. Dengan menekan angka stunting serta malnutri pada anak-anak, ibu hamil, dan menyusui.

Fundamental ekonomi sebagai indikator dasar, prinsip, dan faktor-faktor makro ekonomi yang menentukan stabilitas, kesehatan, serta daya tahan perekonomian suatu negara.

Pilar utamanya mencakup pertumbuhan PDB, tingkat inflasi, neraca pembayaran, nilai tukar mata uang, kesehatan fiskal (utang dan defisit), serta stabilitas sektor keuangan.” Hal tersebut di dukung oleh statemen Menteri Keuangan Purbaya Sadewa.

Dengan perkembangan teknologi dan kemajuan industrialisasi, Indonesia masih dengan sejarah panjang “Negara Agraris” yang mampu menjadi refleksi dan prioritas rakyat untuk membangkitkan kembali daya saing di kancah dunia, seperti bahan baku minyak goreng seperti sawit dan hasil pangan dari perkebunan maupun perternakan lainnya.” Pungkas Sam. (**)

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT