Beranda Lensa Perkuat Edukasi Kesehatan Remaja, Nasyiatul Aisyiyah Sulsel Gelar Pelatihan Pashima

Perkuat Edukasi Kesehatan Remaja, Nasyiatul Aisyiyah Sulsel Gelar Pelatihan Pashima

0

MataKita.co, Makassar — Pimpinan Wilayah (PW) Nasyiatul Aisyiyah Sulawesi Selatan menggelar Pelatihan Motivator Pashima (Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah) untuk memperkuat kapasitas kader dalam memberikan edukasi dan pendampingan kesehatan remaja. Pelatihan tersebut dibuka secara daring, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Nasyiatul Aisyiyah meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, pencegahan stunting, kesehatan psikologis, serta risiko pernikahan dini.

Ketua PW Nasyiatul Aisyiyah Sulsel, Darnawati Rajab, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk menyiapkan kader yang mampu menjadi pendamping sekaligus penggerak edukasi kesehatan remaja di daerah masing-masing.

Menurut dia, kader yang mengikuti pelatihan diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk membantu remaja memahami berbagai persoalan kesehatan dan sosial yang mereka hadapi.

“Pendampingan terkait kesehatan reproduksi, gizi remaja, pencegahan stunting, psikologi remaja, hingga pernikahan dini sangat penting diberikan kepada remaja di daerah masing-masing setelah pelatihan ini selesai,” kata Darnawati.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan sejumlah departemen di lingkungan PW Nasyiatul Aisyiyah Sulsel dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Pelatihan ini merupakan kolaborasi Departemen Kesehatan dan Lingkungan, Departemen Advokasi, Departemen Dakwah, Departemen Kader, serta Departemen Pusat Informasi dan Teknologi (Pusintek).

Darnawati turut mengapresiasi antusiasme peserta, termasuk kader Nasyiatul Aisyiyah dari luar Sulawesi Selatan yang mengikuti pelatihan secara daring.

Mengusung tema “Remaja Sehat, Generasi Hebat: Kontribusi Nasyiah Sulawesi Selatan Menekan Angka Stunting dan Pernikahan Dini”, pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap.

Tahap pertama berupa penyampaian materi secara daring pada 17, 18, dan 24 Oktober 2026. Adapun tahap kedua berupa praktik langsung yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026 di Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin, Makassar.

Dorong Pembentukan Pos Layanan Remaja

Ketua Panitia Pelatihan Motivator Pashima, dr. Khairunnisa, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan jumlah dan kapasitas motivator kesehatan remaja di tingkat Pimpinan Daerah (PD) Nasyiatul Aisyiyah se-Sulawesi Selatan.

Pelatihan tidak hanya menekankan penguasaan materi kesehatan, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan dasar konseling dan pengelolaan layanan pendampingan remaja.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap pemahaman kader mengenai kesehatan reproduksi, gizi remaja, pencegahan stunting dan pernikahan dini, hingga fikih remaja dapat meningkat,” ujar Khairunnisa.

Khairunnisa, yang akrab disapa Ainun, juga menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Pendidikan Dokter FIIK Universitas Muhammadiyah Makassar sekaligus Sekretaris Departemen Kesehatan PW Nasyiatul Aisyiyah Sulsel.

Menurut dia, salah satu sasaran jangka panjang pelatihan adalah terbentuknya Pos Pashmina sebagai wadah pelayanan, edukasi, dan pendampingan kesehatan remaja di berbagai daerah.

“Kami juga melatih keterampilan dasar konseling remaja dan manajemen operasional Pos Pashmina. Target ke depan, setelah kegiatan ini, terbentuk Pos Pashmina di masing-masing daerah di Sulawesi Selatan,” katanya.

Pelatihan tersebut diikuti perwakilan dari 23 Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah se-Sulawesi Selatan serta jajaran PW Nasyiatul Aisyiyah Sulsel.

Peserta dari luar Sulawesi Selatan juga turut bergabung, antara lain dari PD Nasyiatul Aisyiyah Rokan Hulu, Riau; Palangka Raya, Sampit, dan Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah; serta PW Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah.

Sejumlah narasumber dari berbagai bidang dihadirkan untuk memberikan materi dan membekali peserta dengan pengetahuan serta keterampilan pendampingan remaja.

Melalui pelatihan ini, Nasyiatul Aisyiyah Sulsel berharap kader di daerah dapat memperluas akses edukasi kesehatan sekaligus berperan dalam upaya pencegahan stunting dan pernikahan dini di kalangan remaja.

Facebook Comments Box