Matakita.co, Malang — Malam penganugerahan Abdi Daya PPK Ormawa di Universitas Muhammadiyah Malang berlangsung meriah dan penuh apresiasi. Ajang tahunan yang menjadi puncak penghargaan bagi berbagai organisasi mahasiswa dari seluruh Indonesia tersebut dihadiri oleh 119 kontingen yang merayakan inovasi, dedikasi, dan capaian selama pelaksanaan program PPK Ormawa 2025. (6/12/2025)
Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya pimpinan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar. Dekan FIKK UNM Prof. Dr. Hj. Hasmyati, M.Kes., bersama Wakil Dekan III Prof. Dr. Irvan, M.Kes., turut mendampingi langsung tim selama rangkaian kegiatan. Kehadiran pimpinan fakultas menjadi bentuk dukungan moral sekaligus simbol komitmen institusi dalam mendorong pemberdayaan mahasiswa melalui kegiatan pengabdian masyarakat.
Pada malam penghargaan tersebut, Tim PPK ORMAWA BKMF SINAPSIS FIKK UNM mencatatkan prestasi gemilang dengan membawa pulang tiga penghargaan sekaligus, yakni:
- Terbaik 1 Kategori Dosen Pendamping dengan Penguatan Kapasitas Ormawa Terbaik,
- Terbaik 3 Kategori Mitra Paling Inovatif,
- Terbaik 3 Kategori Partisipasi Masyarakat Teraktif.
Capaian beruntun ini mencerminkan keberhasilan tim dalam menjalankan program pengabdian secara komprehensif—mulai dari penguatan kapasitas organisasi, pengembangan kolaborasi dengan mitra, hingga memastikan masyarakat aktif berpartisipasi dalam setiap proses yang dijalankan. Pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan inilah yang membuat program mereka dinilai memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Tim PPK ORMAWA BKMF SINAPSIS FIKK UNM dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh sejak awal, terutama kepada Prof. Hasmyati dan Prof. Irvan yang hadir langsung memberikan motivasi. Menurut tim, capaian ini menjadi bukti sinergi kuat antara mahasiswa, dosen pendamping, pimpinan fakultas, mitra, dan masyarakat.
Keberhasilan ini juga memperkuat semangat untuk terus berinovasi dan memperluas kebermanfaatan melalui program berbasis pengabdian. Tim berharap momentum ini menjadi penggerak untuk menjaga komitmen dalam mendukung implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), khususnya pada aspek pemberdayaan masyarakat.
Prestasi tersebut bukan sekadar raihan penghargaan, namun menjadi penanda bahwa gerak pengabdian mahasiswa mampu menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat, fakultas, universitas, hingga pada level nasional.






































